facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Journal
    • Students Tel-U
  • Portfolio
  • YouTube
  • Instagram

Tanpa Batas

Berani Bermimpi - Berani Melangkah - Berani Mewujudkan!


Aku mau berbagi cerita, kali ini aku mau menceritakan tentang kisahku berjuang untuk mendapatkan pendidikan di sekolah ikatan dinas dn kedinasan. 

Sebelumnya aku mau perkenalan dulu, aku lulus SMA tahun 2015. Aku dari SMAN 1 Cikarang Barat, kabupaten Bekasi. Bagi yang gak tau di mana, bisa kok cari locationnya di google maps hehe :p

Okeyyy kali ini aku mau menceritakan kisah perjalanan aku menuju USM STIS 2015.
Saat aku duduk di bangku kelas 2 SMA, aku sudah berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan-ikatan dinas. Alasannya banyak.

Jadi, saat baru-baru semester genap kelas 3 dimulai, bulan januari tepatnya, aku sudah mulai mencari informasi tentang sekolah kedinasan yang sudah di buka.

Di awal tahun 2015 itu, aku menjadi orang yang sangat sok sibuk. Dari pertama aku ngikutin PMDK di poltekkes kemenkes Jakarta+bandung, bikin persyaratan buat memenuhi tahap administrasi di STSN, perlengkapan buat poltekpos juga. Pokoknya aku jadi sok sibuk aja.

Memasuki bulan februari 2015, aku mulai stalker-in STIS tuh..
Aku mulai cari cari info bimbel STIS dan Try Out Nasional, bel buku USM STISnya  juga. Setelah ada kabar pembukaan Bimbel STIS 2015 itu, aku langsung daftar, dan aku pentaftar nomer 5! Padahal aku daftar di hari kedua pembukaan Bimbel STIS itu. oh iya aku belum jelasin STIS itu apa ya? . Jadi gini, STIS adalah Sekolah Tinggi Ilmu Statistik , sekolah ini merupakan sekolah ikatan dinas yang ada di bawah naungan Badan Pusat Statistik, disekolah ini kita bakal di didik untuk menjadi statistika yang juga menjadi aparatur Negara (PNS) , di sekolah ini banyak keuntungannya, sekolah gratis, tiap bulan dapat uang tunjangan, dan juga ketika lulus dari STIS ini kita langsung menjadi CPNS. Wah? Kebayang kan enaknya kuliah di situ seperti apa nantinya? Masa depan pasti cerah.. oh iya STIS ini buka ikatan dinas yang semi-militer ya, seperti IPDN,STTD,STIP.STPI,AIM,AKIP,dll. Disini itu ya.. pokoknya keliatan enak banget lah (menurutku)

Okey, balik lagi ke pembahasan aku soal bimbel STIS. Aku perpendek aja deh ya, nama bimbelnya itu BIUS. Hah? Bius? Proses menghilangkan kesadaran? Iya! Disini kita bener-bener di bius oleh kakak-kakak STIS biar bisa menghadapi USMnya. BIUS punya singkatan, Bimbingan Intensif USM STIS.
Nah nanti bakal aku ceritain gimana sih perjalanan di BIUS ini? Tapi nanti. Karena begitu aku daftar BIUS, aku juga ikut TONAS (Try Out Nasional) STIS. Tapi sayangnya aku lupa kapan aku ikutnya, soalnya 2015 yang lalu sih
Jadi, aku ngikutin TONAS tadinya sendirian, tapi ternyata sahabat aku ikut juga karena di sekolahnya habis ada promosi STIS gitu di sekolahnya. Sedangkan di sekolah aku gak ada .

Pagi-pagi sekali aku kerumah sahabatku, untuk berangkat bareng menuju lokasi TONAS di kampus  STIS . Dia bawa temennya, aku agak canggung haha. Oh iya dari cikarang barat ke kampus STIS itu lumayan jauh lah ya. Jadi aku diajakin sama sahabat aku naik mobil dianterin ayahnya.
Berangkat jam 6, nyampe di lokasi jam 7 lewat.
Begitu masuk kampusnya, hatiku membuncah takjub dan berkata dalam hati “subhanallah… keren sekali ya kalo aku kuliah disini..” sambil tertawa dalam hati. Aku benar-benar senang dan….merasa bangga diri bisa menapak kaki di kampus STIS.  Dalam proses regristasi, kita tuh ngantri kedalem gedungnya, selama ngantri, aku melihat stand-stand yang di jaga oleh kakak-kakak STIS, ad stand souvernir,buku USM STIS,minuman & snack.. Itu ngantri nya lama sekali. Begitu ada di depan meja regristasi, kita Cuma ngasihin struk transfer aja,dan… nama. Dan akhirnyaa kita dikasih nomor ruangan dan nomor bangku untu try out ini. Oh iya, TONAS ini di adakan serentak di seluruh wilayah Indonesia lho, tapi Cuma beberapa daerah yang di tuju di setiap provinsinya. Aku dan sahabat aku beda ruangan dan beda lantai, jadi kami pisah.

Saat TONAS nya akan di mulai, ada kakak STIS yang memperkenalkan menjadi pengawas di ruangan. Dia menjelaskan prosedur cara pengerjaan try out nya. Nah sebelum TO di mulai, kita dikasih snack pack gitu, isinya air mineral gelas, lontong… sama… apa ya lupa aku haha.. terus dikasih souvernir juga, aku sih dapetnya gantungan bentu kampus STIS yang tulisannya TONAS 2015. Nah saat TO berjalan, ya aku focus aja lah sama TO hehe. Btw aku gak gatel lho kalo liat cowok, apalagi kakak2 mahasiswa, biasa aja. Jadi fokusnya sama soal haha. Jadi isi soalnya itu… gampang deh kalo kita rajin belajar dan punya otak encer mah.. soalnya gak jauh beda sama di buku USM yang aku punya.

owkey karna ini malah bikin kepanjangan, aku persingkat aja. Jadi habis selesai TONAS,dan menjalankan ibadah, aku dan sahabatku juga teman-temannya makan siang di 7eleven di samping STIS.sehabis itu ya pulang ke cikarang. Hasilnya? Ah hailnya jadiin motivasi untuk perbaiki dan semangat menjalani USM nya aja haha

Memasuki bulan april, tepat UN selesai, di hari pertaa BIUS siangnya  aku langsung otw Jakarta di antar ortuku yang kerja di Jakarta juga, di salemba kantornya. Jadi,aku diantar sampai kampus STIS.Awal2 sih aku linglung, bingung gak ada temen. Tapi akhirnya ada juga yang dategin aku dan kelas di BIUS nya pun sama,sekelas (oiya, pembagian kelasnya di lihat di facebook), setelah berkumpul, kami di bombing oleh kakak-kakak STIS menuju lokasi BIUS, tepatnya di MI al … disana kita mengantri untuk regristasi dan pembagian kartu identitas BIUS, juga kartu catatan hasil TO BIUS, semacam rapot gitu deh. Aku kebagian kelas 4, ruangannya paling pojok dekat dengan tempat bermain anak TK.satu kelas ada 15 orang , kami berkenalan dan mereka adalah orang-rang jauh,tinggalnya bukan di Jakarta. Ya memang sih yang BIUS ini satu satunya dari seluruh Indonesia,jadi semua pada datang ke Jakarta demi mengikuti bimbel langsung dengan kakak STIS nya. Sebelum bimbel dimulai,kamu dimanjakan oleh kakak STIS lho, dikasih makanan dan air mineral gitu. Terus kita semua dapet 2 buh buku modul.. matematika dan bahasa inggris. Di pertengahan saat belajar juga kami dikasih air dan snack lagi wkwk . hari pertama kami perkenalan dan belajar lumayan singkat dan masuk banget ke otak ya, karna masih fresh dan semangat buat belajar haha.oh iya, kita mulai belajar pas sesudah ashar dan selesai sesudah azan magrib.

 Hari kedua BIUS, aku ada masalah. Aku pergi dari cikarang ke otista sendirian,padahal sebelumnya aku gak pernah ke kampus STIS naik umum, selalu naik mobil pribadi.tepat di hari kedua ini, di sekolahku lagi ada pensi,dan GS nya pun Vierratale,dan aku gak ikut padalah sudah bayar full  L. Jadi aku berangkat dari cikarang barat naik APTB , karna nyaman gitu kan macam busway dan biar gampang nyampe lokasi Cuma transit busway aja (review di google) dan ketika aku naik APTB, aku kebingunan turun dimana, dan akhirnya aku turun di halte Tebet setelah aku pindah ke halte di sebrang,ternyata aku gak bisa naik busway, soalnya gak ada kartu semacam e-money gitu. Aku gak tau soal pembayarannya ternyata harus pake uang elektronik gitu. Akhirnya akupun pergi dari halte dan turun dari jembatan itu. aku pun berjalan searah dengan arah datangnya APTB tadi,hanya saja bersebrangan aku berjalan di trotoar seorang diri,capek dan berkeringat. Saat melihat ada polisi lagi patrol di jembatan penyebrangan dan meninggalkan mobilnya di pinggir trotoar,aku melihat ada polwan cantik baru saja selesai makan siang di mobil itu, dan aku mencoba menanyakan jalan kepada polwan itu,alamat lengkap tujuan dan aku bilang aku sedng tersesat di Jakarta haha. Polwan itupun akhirnya menunjukkan arah jalan, aku harus lurus dan turun kebawah lalu belok kiri. Nah saat aku menelusuri jalan, itu sangat jauh ,dan matahari  terasa dekat denganku. Aku berjalan dari halte tebet sampai stasiun tebet. Saat melihat ada stasiun, lalu aku belok kiri, tapi di sebelah kiri itu pemukiman warga. Dan aku bingung sekali mau kearah mana. Akhirnya aku jalan kearah kiri. Berkilo-kilo meter aku jelajahi jalanan Jakarta ini seorang diri. Rasanya menyedihkan, tapi aku tidak sedih,dan pura pura gak takut. Aku tidak berani menghubungi siapa pun karena aku takut ada yang khawatir. Aku jalan tak tahu arah melewati 2 stasiun, yang terakhir kalo gak salah itu stasiun cikini, dan aku baru menemukan angkot yang biasa melewati STIS, dan akhirnya aku sampei tujuan juga. Aku berangkat dari cikarang jam 9, nyampe tebet jam 10, dan aku nyampe di lokasi BIUS itu jam 3.30 bayangin aja aku jalan kaki berapa jam menelusuri jalanan Jakarta. Itu pengalaman aku nyasar pertama kali. Sampai jalan kaki ber kilokilo meter.dan aku sampai di lokasi BIUS dengan wajah lesu kummel dan pakaian lusuh haha..

Untuk hari hari berikutnya, aku pergi dari cikarang naik mayasari bakti 122 , dan turun di lampu merah setelah melewati jatinegara,alau di lanjutkan angkot yang melewati STIS, dan pulangnya aku di jemput ortuku yang baru pulang kerja dari salemba membawa mobil,atau kadang  aku menginap di rumah adik nenek-ku (nenek juga sih) yang rumahnya gak jauh dari kampus STIS, lewat gang H.yahya deket sama halte bidara cina. Oiya deh sekalian promosi juga, nenek-kakek ku punya usaha warung makan ayam bakar yang cukup terkenal di Jakarta, namanya Ayam Bakar MU atau Ayam Bakar Mang Ujang. Ayam bakar sama ikan bakarnya maknyoosss, sambalnya juga tsadeeeessss!!! Bagi yang pencinta kuliner mungkin bisa datengin alamatnya di Jl. H. Yahya RT.010 RW.04 No.17,DKI Jakarta , buka nya pas sore sampai malem.. dan ada satu lagi cabangnya di cipinang jaya depan alfamart. Aduh jadi promosi haha..

Selama BIUS berlangsung,kita juga sudah terdaftar buat ikutan Try Out Akbar STIS yang diadain di SMAN JAKARTA.
Jadi, yang ikutan BIUS ini gak perlu pendaftaran TOBAR lagi karna pembayaran nya sudah satu paket.
di TOBAR, kita anggota BIUS sempat di sindir sama perserta TOBAR lain karna masuknya gratis haha. Dan enaknya lagi, kita dari berbagai kelas BIUS, gak dicampur sama peserta lain.. saat TOBAR, kita dikasih cake  chiffon medium gitudeh lucuuu. Setelah TOBAR berlangsung, kita semua peserta di undang untuk masuk ke auditorium buat perkenalan,sharing,dan hiburan dari kakak STIS nya.

langsung aja nih ya, TOBAR udah selesai, BIUS juga udah mau selesai. Sempet sedih gimana gitu baru aja kenal, udah lumayan deket kenalan sama temen, eh malah mau pisah. Di hari terakhir BIUS, kita semua dari berbagai kelas di BIUS berkumpul di satu ruangan, dan kita disuguhi makanan lagi sama kakak kakak STIS nya, oh iya, waktu itu juga sempat ada sesi pemotretan masing-masing kelas BIUS di kmpus STIS, nah di penutupan BIUS ini kita semua dikasih souvernir berupa figura+foto gitu.. itu buat disimpen jadi kenangan :’)
Ini langsung aja ya hari H. dar H aku gak dianterin siapapun dan gak di temenin siapapun. Aku pergi juga Cuma jalan kaki dari gg H.Yahya sampe kampus STIS buat USM. Oh iya karna aku daftar USM nya waktu awal2 buka, jadi aku dapet lokasi kampusnya langsung, tapi kebanyakan temen-temen BIUS aku lokasinya beda-beda dan bukan di kampus STIS nya. Dan ini baru namanya Tes yang beneran tes. Di ruang auditorium STIS tepatnya, ada ratusan atau bahkan mungkin ribu lah ya, orang-orang yang mengikuti USM STIS ini. Aku sempat gemetar dan takut juga keringat dingin turun karna saking deg-deg-an nya. Ini tes yang sesungguhnya. Saat waktu USM di mulai, pertama-tama pengawas memberi semacam map gitu yang sampulnya ada gambar kampus STIS dan masih disegel oleh BPS. Di dalam map isinya soal matematika,bahasa inggris,dan pengetahuan umum juga selembar LJK yang nanti bakalan diperiksa pake computer gitu, soalnya ada barcode nya. Waktu pengerjaan pun di mulai. Sol yang di kerjakan ada di atas meja, yang sudah dikerjakan di sebelah kana dan yang belum di sevelah kiri. Tes pertama itu matematika. Semua materi soal yang di pelajari oleh kakak STIS memang keluar semua, sayangnya ada beberapa yang aku gak paham, jadi aku agak sulit mengerjakannya. B.ing juga begitu. Dan Pengetahuan Umum, itu belajar sendiri. Karna itu untuk mengukur sejauh mana pengetahuan kita.
Dan …………… hari pengumuman tiba.
Aku gak lolos.
Cukup sedih ya.
Sudah berjuang sekuat tenaga,tapi belum berhasil. Mungkin STIS ini bukan jalanku.
Aku ikhlas :’)
Ya sebenarnya ada banyak yang mau aku tulis,dari perkenalan sama teman-teman BIUS, masalah aku di perjalanan saat BIUS, dan suka duka selama BIUS. Tapi ya udahlah daripada kepanjangan lebih cukup segini saja ;)
Ini baru tentang STIS 2015 yang aku tulis, selanjutnya ada lagi pengalaman ikatan dinas-kedinasan yang akan aku tulis.
07.27.00 No komentar


Akhir tahun, di akhir tahun ada malam pergantian tahun atau bisa disebut tahun baru. Malam tahun baru  adalah moment terindah yang tidak akan pernah terlewatkan oleh siapapun, termasuk kamu.

Sebuah pesan datang padaku, isinya tentang si pengirim tidak bisa datang untuk berlibur ke kota tempat dimana aku dan dia dulu tinggal. Dulu, aku dan dia tinggal dalam satu kota dan sekarang hanya aku yang di kota itu. Dia tidak bisa datang karena orang tuanya yang tinggal satu kota denganku berlibur di tempat dia berada sekarang. Sekilas, aku mengingat sesuatu. Satu semester lalu, kamu pernah mengajakku untuk pergi bersama, namun gagal karna saat itu kita saling tidak punya waktu untuk bertemu. Lalu kamu bilang padaku, mungkin lain kali kita bisa bertemu dan jalan bersama. Kamu juga bilang, nanti kamu akan datang lagi saat liburan akhir tahun. Aku menyimpulkan, Dia, si pengirim pesan itu adalah kamu. Aku kira, apa yang kamu katakan itu sungguh, padahal kenyataannya kamu tidak datang. Aku sedikit kecewa.

Empat hari menjelang pergantian tahun, kamu memberi kabar padaku bahwa kamu sedang dalam perjalanan kesini, ke kota-ku yang juga kota-mu. Aku kurang mengerti maksud dari pesanmu, aku kira kamu hanya bercanda dan membodoh-bodohi aku lagi. Seolah aku akan mempercayai kamu karena kamu jadi datang dan aku senang, itu pikirku. Aku tahu kamu bukan pembohong, tapi kamu tahu kalau aku ini pengharap besar yang mudah sekali dipermainkan. Aku takut terjatuh lagi. Aku takut jatuh dari sekian harapan. Aku tidak bisa mengungkapkan.

Aku

Masih

Berharap

Kamu…

                Malam, masih pada hari yang sama, kamu menawarkan aku untuk jalan malam hari. Ini sulit di percaya karena ini mustahil bagiku. Yang aku tahu, kamu hanya bercanda, yang aku tahu kamu tetap ada di sana. Kenyataannya, kamu bilang kamu sudah sampai di kota ini untuk menghabiskan waktu akhir tahun, di kota-ku yang juga kota-mu. Kota kita. 

Pesan darimu, menguras pikiranku. Ajakanmu laksana berlian berharga, kesempatan yang sangat berharga kalau dilewatkan. Sekejap, sepercik harapan tumbuh dalam diriku.  Aku tak bisa beranjak, aku sulit untuk menolak, terlebih lagi mencegah..

Tingkahmu selalu membunuh lingkaran hati dengan anak panah dan busur asmara . Kamu lakukan dengan mudah membuat hati terbang melayang ke atas langit, membuat hati tak bisa bernafas di ruang yang luas. Padahal kamu tahu sendiri, aku sering terjatuh dari harapan. Tapi kamu malah melakukannya lebih dahsyat lagi.


Kita ada di satu kota..
Ini kesempatanku untuk berjumpa denganmu di kota yang sama..
Kota yang seharusnya menjadi sejarah kisahku, bukan kisahmu..

11.53.00 No komentar


Yesterday, my choice is you... 

Kamu yang telah membuat ku bimbang
Kamu yang telah membuat pikiran ku tergoyah
Kamu yang telah membuat hatiku terguncang
Dengan sebuah harapan yang tidak pasti. 

Kala itu, 
Aku dilanda kebimbangan 
Terperangkap diantara dua pilihan 

Satu, menginginkan hatimu namun kamu selalu memberi harapan tak pasti 
Dan dua, melupakan kamu namun hatiku selalu tidak kuat melakukan itu
Aku tidak bisa menentukan pilihan 

Kemarin, memang benar aku selalu menunggu 
Kemarin, memang pilihan aku tetap kamu
Kemarin, aku bertahan di atas harapan yang tidak ada pasti nya 

Aku pikir, aku memang benar-benar bodoh menunggu kamu 
Untuk selama itu. Sebelum ada pikiran lain yang datang kepada ku

Seandainya kamu memberiku kepastian 
Sebelum waktu terlambat kau menyatakan 
Kamu tahu kan yang aku harapkan 
Itu kamu? 
19.06.00 No komentar

Pagi ini, aku terbangun dengan rasa malas yang teramat sangat melekat. Begitu terbangun, mataku memotret jam dinding yang jarumnya menunjukkan pukul 04.35, azan shubuh sudah selesai beberapa detik yang lalu. Dengan pandangan yang masih dalam keadaan setengah sadar, aku pergi mengambil air wudhu, lalu menunaikan ibadah shubuh. Karena rasa kantuk ku tak tertahankan, aku pun terbaring lagi di atas ranjang dan bersembunyi di balik selimut. Aku tahu ini adalah hari sabtu, biasanya setiap hari sabtu aku tidak memiliki kegiatan di luar rumah dan ada baiknya aku gunakan untuk beristirahat.
Sabtu, harusnya menjadi hari dimana aku merdeka. Tapi aku tetap terjajah oleh pekerjaan rumah. Bak seorang Cinderella yang selalu sibuk dengan pekerjaannya.  Andai, aku boleh istirahat sejam lagi saja. Lagi pula, ini hari istirahat, aku ingin mendapatkan istirahat di pagi hari. Bahkan aku menginginkan tidur dan bangun jam 9 pagi di hari istirahat seperti ini. Tapi memang seperti inilah diriku, dari Senin sampai Minggu dan ketemu Senin lagi harus bangun tepat azan shubuh. Tidak ada kata bangun siang untukku. Konon kata orang-orang zaman dahulu sih katanya pamali kalau gadis suka bangun siang, jadi yang namanya gadis itu harusnya bangun sebelum azan subuh. Kalau di sangkut pautkan dengan mitos sih…. Katanya… kalau ada gadis yang suka bangun tidur siang hari, susah dapet jodoh. Ada juga yang bilang rezekinya keduluan sama orang, ada juga yang bilang nanti suaminya diambil sama orang. Itu sih Cuma mitos yang mengada-ngada untuk menakuti saja. Tapi ada benarnya juga larangan gadis untuk bangun siang.
Kalau kita terbiasa bangun pagi sebelum fajar terbit, ada baiknya untuk kesehatan. Udara pada pagi hari sebelum menyambut sang mega merah kandungan oksigennya baik untuk peredaran darah. Ada baiknya untk jongging pada jam setelah azan shubuh, karena udaranya sangat menyehatkan.
Kalau terbiasa bangun pagi, kita akan menjadi orang yang disiplin. Secara tidak langsung, kalau kita terbiasa mengatur waktu bangun tidur yang tepat dan sama di setiap harinya, biasanya akan terbiasa sendiri, maka dari itu orang yang biasa bangun sebelum fajar menandakan dia adalah orang yang disiplin.
Bagi gadis, hal bangun pagi ini tidak boleh di sepelekan, sebenarnya ini adalah bekal bagaimana kita nantinya. Bagun pagi, bereskan rumah, menyiapkan sarapan pagi untuk anak dan suami. Hal itu tidak mudah jika kita sebagai gadis selalu bangun siang. Kalau kita terbiasa dari sekarang, mungin saja untuk kedepannya bisa di atur untuk bangun pagi lalu membangunkan suami dan anak, lalu beribadah di waktu shubuh, membereskan rumah seperti menyapu dan mengepel saja cukup, dan yang terakhir membuat sarapan untuk keluarga tercinta. Ah, alangkah indah kalau benar bisa mengurus semuanya di pagi hari.
Ternyata, pada kenyataannya gadis yang seperti itu jarang. Mungkin karena masih sibuk sekolah, mereka dari bangun tidur langsung mandi, lalu pakai baju, sarapan sambil nonton televise  dan berangkat. Jarang sekali yang pagi hari membereskan rumah terlebih dahulu. Aku sendiri merasa hidup keseharian aku ini sibuk. Bangun pagi, sholat, menyapu, mengepel, mengelap meja, masak untuk bekal, lalu mandi , dandan, dan berangkat. Bahkan saking sibuknya di pagi hari pun aku tak sempat untuk sarapan. Untungnya aku bekal dengan porsi double (rahasia) . Jadi, aku bisa makan setengahnya di pagi hari ketika aku sampai di sekolah dan setengahnya lagi aku makan di jam istirahat. Dan itu terus berlanjut setiap hari senin sampai jum’at jika aku sekolah. Aku pernah sekali menyampaikan kegiatanku di pagi hari ke beberapa orang teman, tapi mereka meresponnya dengan ekspresi bahwa mereka tidak percaya dan menganggapku mengada-ngada, aku berbohong kepada mereka. Tidak, aku tidak mengada-ngada, aku jujur, begitulah kegiatan pagiku.
Tidak ada yang namanya menonton televisi tiap pagi, sarapan selalu tertinggal waktu, pokoknya pagi hari adalah waktu di mana aku tidak dapat di ganggu dengan apapun.
Yap, balik lagi ke dalam keadaanku tadi, aku masih tertidur. Aku terbangun kembali karena ibu memanggilku, kali ini ada ceramah pagi, aku tidak boleh tidur lagi setelah tadi shubuh bangun. Aku lihat jam, ternyata sudah jam 05.48 , cukup sebentar aku tertidur, sungguh tidak terasa. Akupun langsung mengumpulkan nyawaku dan siap bekerja di pagi hari ini. Menyapu, mengepel, mengelap, beberes empat kamar, mencuci baju pakai tangan (meskipun di rumah ada mesin cuci, peraturan mainnya, cuci itu khusus baju ibu,ayah dan caca. Untukku dan hana wajib pake tangan :D)  lalu mencuci kulkas. Aku selesai kerja jam 11, akhirnya aku bisa istirahat. Waktu yang lama sekali aku tidak memegang ponselku. Saat aku buka kunci ponselku………
Apa yang terjadi?
Aku mendapatkan sms.. ada 10…
Dan itu dari… operator IM3 dan Simpati.
Duh, aku merasa kesepian sekali, biasanya ada pesan masuk dari orang di ponselku, sekarang tidak ada. Hanya operator.
Dari jam 11 -   jam 5 sore, aku sibuk sendiri di kamar, karena bete tidak ada kerjaan, ataupun smsan, aku menyibukkan diri dengan menonton film di laptopku saja, sudah habis 3 judul film.
Karna aku masih merasa bosan karena tidak ada kerjaan lagi dan sudah merasa bosan menonton, aku pun berniat untuk aktif di dunia tulisan lagi, dan aku menulis lagi.
Bagiku, menulis itu adalah teman sejati. Segala perasaan dan pikiran bisa di tuang sepuas hati tanpa ada aturan apapun. Menulis itu, yah seperti curhat biasa saja. Apa yang kita rasakan, kita bisa menuangkannya tanpa ada orang yang tahu. Bahkan kalau satu tulisan yang telah lama di buat, lalu pada suatu hari di masa yang datang menemukan tulisan itu, pasti akan tersenyum dan tertawa sendiri sambil berkatan “Betapa gilanya aku waktu itu, menulis seperti koran”
Menulis adalah teman, maka temanku adalah tulisan. Mengapa? Karena aku belum bisa percaya kalau berbicara dengan orang, aku lebih percaya kepada tulisan dibanding orang.
Teman semacam orang biasanya lebih menyakitkan di banding tulisan. Tulisan menerimaku apa adanya, tapi orang menerimaku karenya ada apanya.
2015, disini aku ingin memperbaiki untuk bagaimana aku kedepannya. Orang yang asalnya di tahun 2014 dekat denganku, akan aku jauhi. Mulai dari dua sejoli itu, para gadis yang heboh dan menggilakan yang hobbynya membully. Aku sudah cukup berteman dengan mereka, di akhir 2014 di bully, aku akan ‘agak’ menjauh dan menjaga jarak dengan mereka di tahun 2015 ini. Teman dekat, satu-satunya teman dekat yang di kelasku, aku akan menjaga jarak juga dari dia, aku ‘agak’ menjauh. Hal yang pertama aku lakukan ialah tidak banyak bicara lagi dengan mereka, aku pilih untuk menyibukkan diri saja. Lalu tidak mengikuti les satu kelompok lagi dengan mereka, aku pidah les di tempat yang lain.
Bukannya apa-apa, aku memang merasa kesepian, kesepian yang sangat. Tapi inilah jalan yang aku mau, aku akan menjauhi orang-orang. Karena jika aku bersama mereka, aku akan terus menikmati,  dan aku tidak ingin itu. Untuk saat ini aku hanya ingin bersamamu,tulisan. Karena tanpa ada mereka dalam kehidupanku di tahun ini, tulisan akan selalu menemaniku. Aku akan bersahabat dengan tulisan sampai dimana aku bisa menemukan status ‘kawin’  di KTP ku, karena pada saat itu, aku yakin aku tidak merasa kesepian lagi        seperti kesepian ini saat bersama tulisan.
J
13.11.00 1 komentar

Kalau saja kamu mau tau. Aku tidak pernah dengan sengaja menginginkan untuk melepas apa yang telah ku cintai dengan sangat selama bertahun-tahun belakangan
ini.

Hanya saja kali ini , aku sudah tidak
mampu berdiri dengan kakiku sendiri ,
percaya pada rasa percaya ku sendiri.
Kenyataan memaksaku untuk sadar, bahwa aku ada di nomer sekian dalam daftar kebahagiaanmu.

Aku minta maaf. Hanya itu yang mampu
aku katakan hingga detik ini.
Tapi apakah kamu tau seberapa penting
ketegasan? Setelah sekian lama aku
bertahan , tak ku temukan itu dalam dirimu.

Dan aku rasa , aku telah sampai pada satu
keadaan tersulit dimana saat ini aku harus
tegas pada diriku sendiri.

Aku tak pernah bilang ini mudah , atau ini
yg aku aku inginkan. Berpisah denganmu
adalah pilihan tersulit yang tak pernah aku
inginkan. Tapi bagaimana jika itulah
jawaban atas apa yang selama ini aku
pertanyakan?

When the love is not as easy as you feel
before , and now you realized that
everything become complicated.

Mencintai tak hanya sebatas kita. There's
more than two person on it , dear. Not just
me , not just you.

That love is not as simple as when it
comes. Seperti halnya ketika kita pertama
kali bertemu , dan tanpa tahu waktu yang
tepat untuk jatuh cinta.

Ada masa dimana akhirnya aku berhenti ,
bukan sejenak namun selamanya untuk
membiarkan yang selama ini ku kejar
membekas.

Untuk yang pernah ku cintai dengan
sangat. Dalam waktu panjang yang tak
bisa kamu bilang singkat.

Kalau kamu mau tau. Aku mencintaimu
maka aku melepasmu dengan berat.

~Viandra Choirunissa~

22.30.00 No komentar

"Aku gak akan pergi ninggalin kamu. I'm promise."

Aku ingat sekali kata-katamu saat kamu menjawab apa yang ada di balik tulisanku, kemarin.

Mencintaimu, namun mengapa kamu justru memberikan harapan?
Mungkin tak ada gunanya untuk terus menghindari kamu.
Akhirnya aku memutuskan untuk menjawab itu.

"Not promise, just prove. Show to  me, let me see..."

Dan kamu pun hanya membalasnya dengan senyum singkat tanpa ada kalimat yang tersurat.
Kamu memberi harapan lagi? Batinku.

Aku merasakan perubahan kamu.
Aneh sekali.
Bukankah kamu memang sudah meninggalkanku untuk beberapa tahun yang lama?
Tapi mengapantiba-tiba kamu kembali dan memberi harapan lalu berkata kalau kamu tidak akan pergi meninggalkanku lagi?
Itu mungkin hanya sesaat! 
Hanya sementara!
Mungkin saja nanti kemudian kamu akan pergi lagi pada kenyataannya.

Memang terasa seperti bermimpi, saat kamu menjawab kebimbangan diriku.

Aku tidak pernah terpikir kenapa kamu sampai bisa berbuat itu kepadaku.
Itu mungkin karena dibutakan cinta olehmu.

Ya!
Kamu bohong! Katakan kamu bohong!
Kamu bilang, tidak akan pergi meninggalkan aku.
Dan kamu pun berjanji.
Apa kata-katamu hanya berlaku untuk sehari itu saja?

Kedatangan kamu kembali membuat kecurigaan dalam diriku.

Harusnya aku tidak perlu terpana oleh kata-kata yang kamu berikan!
Harusnya aku tidak terpikat padamu!
Harusnya aku tidak memulai pendekatan -lagi- padamu!
Harusnya aku sudah melupakan rasa itu terhadapmu!

Karena aku tahu sebelumnya,
Sejauh apapun aku berharap padamu, kamu tidak akan pernah kembali.

Ternyata aku bodoh, sangat bodoh!
Bodoh untuk terus mengejar hatimu, harapanmu, bahkan cintamu.
Walaupun sebenarnya aku tahu jawabanmu.
Nihil.

Benar, kamu cinta pertama yang selalu memberiku harapan.
Selama ini, aku seperti orang yang berharap bisa menangkap asap yang terbang menari lamban di udara.
Ya! Tidak akan pernah bisa ku sentuh dan ku tangkap.



20.29.00 No komentar



Aku tahu, cinta memang tidak akan pernah mengumumkan kedatangannya.

Cinta datang mengendap-ngendap tanpa permisi, menyusup menuju liang hati.

Cinta itu ada disini. Masih disini, di hati.


Ada sebuah nama yang masih bersemayam di kedalaman hatiku, aku menikmatinya.

Dari seorang pria yang elah membawaku menyentuh cinta untuk pertama kalinya.

Nama sosok itu sekarang masih istimewa untukku.

Selalu.


Hati pun berdesir, bergejolak, ingin meluapkan apa yang selalu hinggap disana.

Di dalamnya.


Untuk kamu, lelaki yang selalu membuatku menunggu,

Kamu memang telah membawaku melangkah menyentuh cinta untuk kali pertama..

Kau memang cinta pertama, namun kau membuatku berharap.


Apa kamu tahu apa yang sudah kulalui selama enam tahun ini sejak kita saling mengenal, tanpamu?

Apa kamu tahu bagaimana hancurnya hatiku saat kamu pergi jauh meninggalkan aku begitu saja dua tahun yang lalu?

Apa kamu tahu rasanya setiap kali ingin melihat pesan di sosial mediaku dan selalu namamu yang aku harapkan muncul disana?

Tahu rasanya ketika kamu tidak tahu seseorang itu tak akan pernah kembali tapi kamu tidak pernah berhenti mengharapkannya?

Tahu bagaimana rasanya jatuh kemudian harus belajar berdiri, seorang diri? Dimana kamu saat itu? 

Kamu tidak ada! 

Dan setelah aku berhasil melalui semuanya, dengan seenak hati kamu kembali menghancurkan semuanya dengan sebuah harapan?

Dan harapanmu itu tak ada jawaban pasti untukku.


Kamu, kapan akan memberiku jawaban pasti atas penantian panjangku? 

Kamu datang hanya untuk memberiku harapan lalu pergi lagi.

Kamu egois.


Aku tidak lelah , hanya saja kamu membuat hatiku bimbang bak kapal layar yg terombang ambing di tengah lautan bergelombang dengan badai yang dahsyat.

Menyiksa.


Aku tidak menyalahkan kamu.

Aku menyalahkan diriku sendiri. 

Aku terlalu bodoh untuk setia menunggu jawaban yang mungkin tidak datang darimu.



22.36.00 No komentar
Newer Posts
Older Posts

Tentang Saya

Hanifa Khoirunnisaa

Mahasiswa D3 Teknik Informatika
Video Editor, Writer , Designer Graph.
Tobe a Creativepreneur!

Total Tayangan Halaman

Popular Posts

  • Pengalaman SIPENMARU POLTEKKES Bandung 2015/2016
  • Pengalaman SPMB STSN tahun 2015/2016
  • Sleep Walking : Sementara kah?

Blog Archive

  • ▼  2019 (1)
    • ▼  Januari (1)
      • Pernikahan Impian : Mengenal islam
  • ►  2017 (15)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2016 (11)
    • ►  September (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
  • ►  2015 (3)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (6)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (4)
  • ►  2013 (2)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2012 (8)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Februari (3)

Social Media

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates