facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Journal
    • Students Tel-U
  • Portfolio
  • YouTube
  • Instagram

Tanpa Batas

Berani Bermimpi - Berani Melangkah - Berani Mewujudkan!


Pada tulisan kali ini, saya ingin berbagi mengenai salah satu penyakit yang kurang dikenal oleh banyak orang, tapi ini nyata adanya. Psoriasis. Pasti banyak yang belum pernah tahu apa itu psoriasis. Sedikit yang saya tahu, Psoriasis mungkin salah satu jenis eksim dari berbagai macam jenis eksim. Eksim, yang biasa di sebut sebagai penyakit yang terdapat pada kulit.

Sore itu, saya menuju meja yang ada di lobby fakultas saya berkuliah, ingin mendaftarkan diri dalam acara leadership tingkat prodi, lalu di lembar formulir terdapat kolom ‘Riwayat Penyakit’ , saya berfikir sebentar, kalau saya tulis semua riwayat penyakit saya (yang tidak ada hubugannya dengan pelatihan), pasti tidaklah penting. Lalu saya pun hanya mengisi ‘Vertigo’ dan ‘Psoriasis’ . Setelah lembaran itu terisi semua dengan data diri saya, panitia yang melayani pun sedikit berbincang dengan saya,ada 4 orang panitia kalau tidak salah. Lalu salah satunya bertanya ‘Psoriasis itu apa?’ , ‘eh iya, baru pertama kali denger, apa ya...’ . Saya hanya tertawa kecil dan sedikit bergurau dengan panitia tersebut agar membuktikan kebenaran sendiri mengenai psoriasis di Internet. Bukankah di Internet ilmunya begitu luas? Terlebih lagi ada mesin pencarian yang bisa tahu segalanya.

Kembali memutar waktu, kelas 3 SMP semester 1 tahun 2011.
Saya sungguh tidak kuat dan tidak berdaya lagi, badan saya saat itu tidaklah normal.

Telinga saya mulai lecet tanpa sebab dengan warna kemerahan dan bernanah mulai dari kelas 2 SMP , Namun saya abaikan karena saya pikir itu hanya lecet biasa.

Namun, lecetnya berlanjut lama sekali hingga saya duduk di bangku kelas 3 SMP pada saat itu.Bukan hanya bernanah dan memerah, terkadang kering sesaat bila di angin-anginkan. Sedangkan saya bersekolah menggunakan jilbab, dan keseharian saya sepulang sekolah les dan mengaji, jadi hanya ada sedikit waktu untuk mengangin angin kan telinga yang bernanah itu, semakin lama, semakin bau, dan bau nya pun sangat menyengat dan sangat menganggu. Hingga saya malu bila terlalu dekat dengan teman saya. Terkadang, saya suka menggaruknya karena tak kuat menahan rasa gatal yang teramat sangat.

Semester 2 tiba, sebelum mendekati jelangnya UN, saya sempat mengatakan keluhan kondisi saya kepada orang tua saya mengenai ini, karena saya tidak dapat menahannya lagi. Sebab bukan hanya telinga saja, leher dan punggung saya suka terasa panas, dan apabila di garuk malah berdarah dan setelahnya berbau dan bersisik.

Saya pun diajak untuk berobat di salah satu rumah sakit keluarga swasta di bekasi, bukan dokter biasa, namun dokter spesialis kulit. Dokternya wanita paruh baya, usianya diatas usia orang tua saya, saat memeriksa beberapa bagian di tubuh saya, beliau meminta agar menunjukan semua bagian tubuh saya yang tertutup. Selesai itu, Dokter menjelaskan diagnosa , saya menderita penyakit kelainan imun, namanya Psoriasis , dari segi fisik memang seperti eksim, tapi bukan eksim biasa.

Psoriasis, atau bisa disebut juga peradangan kulit menahun sifatnya tidak menular. Psoriasis merupaakan penyakit gen atau keturunan, jadi tidak akan menular dengan media apapun. Penyakit ini umumnya yang ditandai dengan ruam memerah, kulit terkelupas, menebal, terasa kering, dan bersisik. Tanda-tanda tersebut juga terkadang disertai rasa gatal atau perih.

Dokter berkata jikalau penyakit ini adalah penyakit bakat lahir atau sulit sekali di hilangkan atau di sembuhkan, namun ada jalannya untuk meredakannya atau memperlambat kambuhnya. Sebab penyakit ini akan menyerang tubuh dikala sedang mengalami stress yang hebat. Pada saat itu, hampir sekujur tubuhku terkena psoriasis.

Dokternya memberi saya obat racikan, salep racikan dan shampo dab sabun khusus perawatan peradangan kulit. Tarif keseluruhannya, adalah 800rb rupiah. Nyaris 1jt untuk sekali berobat.
Karena saya merasa frustasi, dan menurut dokter itu saya tidak akan terlepas dari penyakit ini, saya bertekad untuk mencukur habis rambut saya. Dan saya hanya melakukan nya memotong rambut lebih pendek saja.

Pemakaian pertama kali salep, obat ,dan shampo belum ada perubahan apapun, namun setelah seminggu berlalu dengan pemakaian rutin, psoriasis yang saya derita sembuh secara perlahan.
2014, Saya duduk di bangku SMA, psoriasis itu kembali menganggu saya. Karena saya tak ingin merepotkan orang tua, saya hanya membeli salep oles dari apotik saja untuk menyembuhkan ketika kambuh. Dan karena tak kunjung sembuh dan seluruh bagian kulit kepala saya menjadi menebal dan bernanah, juga terasa bersisik dan bau, saya benar-benar mencukur habis rambut saya kala itu. Sebab saya tak tahan lagi menahan rasa panas, gatal , perih yang hebat. Selain di kepala, psoriasis menyebar ke daerah daun telinga saya dan juga pinggiran hidung saya.

Setahun berlalu, saya sudah tingkat akhir SMA, psoriasis pun tak kunjung sembuh, saya hampir menyerah, namun saya ingin mencoba memeriksa kembali diri saya ke dokter. Kali ini ke dokter RSUD.

Pada saat itu, untuk pertama kalinya saya mengurus surat pengantar dari puskesmas sendiri. Saya datang ke puskesmas pagi hari membawa kartu askes yang saya punya dan mendaftar dengan menyebutkan keperluan saya untuk meminta surat pengantar ke RSUD (tujuannya, biar gratis heheh)
Saat nama saya di panggil, saya berhadapan dengan dokter dahulu dan ditanyakan kondisi dan alasan saya, dokter itu mengatakan bahwa penyakit saya hanya eksim . ‘hanya’ , sang dokter mungkin tidak tau bagaimana saya mempertahankan diri saya dengan penyakit ini hiks..

Tak berapa lama, saya pun mendapatkan surat pengantar ke RSUD Kab. Bekasi untuk spesialis kulit dan kelamin. Namun, pada saat saya pergi dan mengantri di RSUD Kab. Bekasi, dokter spesialis disana sudah pensiun. Tak sampai di situ, saya mencari informasi dokter BPJS spesialis kulit yang terdekat di kantor BPJS yang ada di RSUD  Kab. Bekasi. Ternyata ada, dokter kulit di RSUD Kota Bekasi. Saya pun menyetujui untuk di alihkan kesana. Meskipun jauh, saya tak merasa ingin menyerah begitu saja, selesai mengurusi itu, saya langsung saja pergi ke RSUD Kota Bekasi sendiri dengan menaiki mobil umum.

Itu adalah pengalama pertama kali saya datang sendiri dan mengurusi sendiri semuanya, ternyata yang saya dapat hanyalan nomor antrian untuk esok hari, karena pendaftaran dokteer sudah tutup jam 10 pagi. Saya pun langsung saja pulang menuju rumah, dan hanya mendapatkan selembar nomor antrien untuk besok berobat. Perjalanan dari RSUD Kota Bekasi menuju rumah umayan cukup jauh, membutuhkan waktu 2,5 jam jika menggunakan kendaraan umum.

Hari dimana saya periksa di RSUD Kota Bekasi, masih terlalu pagi dan sepi saya pun menunggu panggilan di tempat duduk antrian, sampai sekitar jam 11 siang, nama saya baru di panggil.

Dokter spesialis kulit dan kelamin kali ini wanita juga, wajahnya segar. Saat saya mengeluhkan kondisi saya dan mengatakan bahwa penyakit saya tidak akan pernah sembuh, dokter yang ada di hadapan saya menepisnya, dan berkata bahwa pasti sembuh, karena tak ada yang tak mungkin.

Dokter pun sedikit berbincang dengan saya, menanyakan kondisi, sekolah saya, dan lain-lain. Akhirnya dokter memberikan resep obat dan salep racikan yang nantinya di oleskan pada bagian yang psoriasisnya kambuh. Dokter nya juga bepesan, karena kulit saya sensitif dan rentan radang, saya pun di anjurkan untuk menggunakan sabun dan shampo bayi saja karena kadar ...... (wah lupa apa yaa) nya rendah dan bagus untuk kulit yang bemasalah.

Saat pengambilan obatnya pun sangat lama. Antriannya penuh (maklum namanya juga RSUD). Jam 4 sore saya baru mendapatkan obatnya.

Setelah saya pakai salep yang di berikan dokter, memang hilang.. namun hanya sementara saja, hanya dalam masa pemakaian, setelah salep racikan itu habis, psoriasis timbul lagi.

Tahun 2016 , Saya mulai berkuliah, saya mencoba enjoy dan tidak stress, memang psoriasis itu tidak kambuh. Tapi, disaat saya ada masalah, psoriasis menyerang lagi, kali ini lebih tebal dan di alis saya pun terkena psoriasis. Saya sempat tak tahan lagi, dan saya pendekan kembali rambut saya yang sudah panjang di tahun 2017.

Psoriasis tidaklah berbahaya bagi yang bukan penderitanya, karena tidak menular. sebab psoriasis juga hanya menganggu, bukan berbahaya.

Baru-baru awal tahun 2017, saya pernah mendengar berita, ada dari kalangan artis yang terdapat penyakit serupa dengan saya baru-baru itu dan proses pengobatan untuk sembuh pun sampai ke luar negeri. Katanya, psoriasis yang di deritanya adalah suatu kiriman atau perbuatan sihir dari yang iri padanya. Padahal, saya yang penderita psoriasis bertahun-tahun, dan telah berobat secara medis dan mendapatkan informasi mengenai penyakit ini, bukanlah penyakit yang mengada ngada. Psoriasis memang langka, namun bukan penyakit yang tidak masuk akal sebabnya. Saya jadi teringat ucapan dokter yang pernah memeriksa saya, bahwasannya penyakit ini hanya bisa di hilangkan dengan diri sendiri, maka dari itu harus tetap relax dan bahagia dan menjauhi stress.


Sebenarnya tak perlu pikir pusing dan mengeluarkan banyak biaya untuk menyembuhkannya, hanya saja harus teap bersabar,ikhlas, dan bersyukur.
17.36.00 1 komentar


Malam di bulan suci bagi umat islam , bukanlah malam biasa. Mengapa?.

Ada ratusan bahkan ribuan jemaah yang menapaki rumah Allah, Masjid.

Ada ribuan bahkan jutaan bibir melantunkan dzikir dan tasbih.

Ya, Sungguh tak biasanya sepeti bulan bulan lain.

Mereka senantiasa berkomunikasi langsung dengan sang pencipta, Khusus disetiap malam bulan ini.
Ramadhan.

Bismillahirahmanirahim, ku ucapkan puji syukur atas penulisan artikel kali ini, karena Allah masih menempatkan hatiku terhadap kepekaan.

Lagi-lagi ayat itu kembali dilantunkan oleh sang imam terawih, ayat itu mengatakan : “Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian”.

Entah bagaimana, shalat yang seharusnya di lakukan dengan khusyuk sambil mendengar ayat yang di ucapkan imam, namun tiba-tiba saja muncul sedikit pemikiran dari arti ayat itu.
Kerugian, ya memang tidak bisa di pungkiri kalau kita berada dalam kerugiaan yang selalu menggantungkan hidup pada dunia yang akan ada kisah akhirnya dan lupa bahwa ada akhirat yang kekal abadi. Kerugian, jika berani berkata ‘iya’ , tentulah hebat, karena sudah mengakui dan tidak menyembunyikan apa yang seharusnya tidak di sembunyikan. Kerugian, membuat kita terlena akan kemegahan harta, tahta, dan cinta yang kita dambakan. Namun, adakah sedikit kerinduan terhadap tempat terindah yang kekal abadi didalamnya? Adakah kemauan untuk terus berkaca diri? Atau adakah sedikit rasa malu untuk mengakui?. Kerugian, saya pun bertanya dalam hati,’apa saya termasuk orang yang merugi?’ ,lalu suara yang ada dalam lubuk hati itu menjawab ‘ya’. Sungguh, saya hanya takut saja menjadi seorang yang munafik yang tak mau mengakui dan belajar untuk mengkoreksi diri. Dan saya sangat bersyukur bahwa hati saya tidak mati.


Lalu, Bagaimana jika saya tiba-tiba meninggal? Dalam kadaan apakah saya akan meninggal? Seperti apakah meninggal yang paling aman? Bagaimana rasanya meninggal?

Lalu terlintas bayangan gambaran orang-orang yang meninggal tiba-tiba, kecelakaan di jalan, terlindas truk, tertabrak kereta, terseret motor, jatuh dari pesawat, dan berbagai macam yang berbau luka pun terbayang termasuk darah-darahnya.

Lalu, terlintas lagi bayangan gambaran orang-orang yang meninggal dalam keadaan baik, yang sedang sholat, sedang tidur, seedang membaca al-qur’an, sedang berdzikir. Ma Syaa Allah.

Lalu terlintas bayangan lagi, kali ini gambaran dari kisah Nabi Muhammad saat ia di cabut nyawanya oleh malaikat mautyang pernah saya dengar . Rasulullah menanyakan tentang nasib umatnya kelak. Dan saat malaikat maut mencabut nyawa Rasulullah. Terlihat seluruh tubuh Rasul mulai menegang. Rasulullah pun mengaduhkan betapa sakitnya sakaratul maut tersebut. Rasulullah mengaduh karena cara malaikat mencabut nyawa memang sakit yang sangat. Rasul mengatakan “Umatku, umatku, umatku”.

Betapa mulianya Nabi Muhammad SAW. Meskipun dalam kesakitan yang luar biasa, beliau masih memikirkan umat tercintanya.

Rasul memikirkan umatnya dikala detik-detik wafat beliau, dan sangat merasa sakit. Sedangkan saya hanya memikirkan diri saya sendiri, bagaimana nanti setelah nyawa saya di ambil? Bagaimana nanti jika saya sendiri di alam kubur? Bagaimana nanti jika ada kedua malaikat alam kubur menanya-nanya lalu menghukum saya dengan hal hal yang pedih, akan kah ada yang  menolong saya? TIDAK!. Akankah ada yang mendengar suara saya ? TIDAK! Akan kah ada cahaya yang menemani saya? TIDAK! Liang kubur yang akan saya tinggali itu sempit, gelap, sunyi dan menyesakkan! Tunggu saja binatang-binatang bawah tanah itu menghampiri jasad saya , lalu mematuk sedikit demi sedikit tubuh saya, menyedihkan? YA! . Saya baru saja termenung, benar ada katanya, kita hidup untuk mati, kita ada dikehidupan ini sebagai perbekalan untuk kematian. 

“Sesungguhnya kuburan-kuburan ini dipenuhi kegelapan bagi para penghuninya, dan sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menyinarinya agi mereka dengan shalatku terhadap mereka” [HR. Bukhari-Muslim]


Saya akan mengutip sedikit ayat mengenai kematian :

"Katakanlah: Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati." (QS Ali Imran, 3:154)

"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya." (QS Al-An’am 6:93)"

"(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu." (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)

Mengenai mati , lalu tinggal dalam kubur.
Jika nanti ada dua malaikat mendatangiku dan mendudukkanku, lalu meraka bertanya :


“Siapa Rabbmu?”

Saya sangat takut jika saya tak bisa menjawab dengan kalimat  “Allah adalah Rabb ku” meskipun saya ini islam. Saya merasa belum berbuat semaksimal mungkin untuk mencintai Rabb saya, saya belum sepenuhnya cinta terhadap Nya, walaupun sama selalu berusaha untuk mencintai dan melakukan apapun karena Nya. Karena saya masih melakukan pelanggaran dari apa yang telah menjadi aturan Nya.

Lalu mereka menyakan lagi padaku :


“Apa Agamamu?”

Saya sangat takut jika saya tak bisa menjawab dengan kalimat  “Islam adalah Agama ku” meskipun saya lahir dan hidup dengan keyakinan sebagai seorang muslim.
Benarkah saya muslim? Bagaimana saya bisa mengakui bahwa saya benar-benar muslim jika saya terkadang lalai dan bersalah dalam mengikuti perintah Nya sebagai seorang muslim? Apakah status saya yang menjadi hambaNya ini di ridhai ?.

Lagi-lagi kedua malaikat itu beratanya pada saya :


“Siapakah Utusan Rabbmu?”

Saya sangat takut jika saya tak bisa menjawab dengan kalimat  “Nabi Muhammad SAW adalah utusan Rabbku”.
Bagaimana tidak? Saya selalu berkata bahwa saya rindu, dan saya cinta kepada nabi saya, tapi apakah yang saya lakukan selama ini sesuai dengan ajarannya? Apakah sunnah sunnah yang saya jalani terpenuhi semua? Serba takut untuk mengakui . Dan memang ketiga pertanyaan itu mungkin menjadi pertanyaan terberat saat kematian.


Dan Kematian bukan hanya benar-benar mati, bukan tidak bersuara, bukan tidak bergerak. Di tempat mati, kubur, ada siksa yang menyertai kehidupan sepanjang waktu, siksa kubur.

Adapun beberapa penyebab siksa kubur yang pernah saya ketahui :

1.Menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain untuk merusak hubungan.
Pernah terucap ketidak sengajaan yang membuat orang merasa berburuk sangka, ini yang harus di perhatikan karena semakin terlalu sering di lakukan, semakin lama siksaan dalam kubur. Dan saya pun takut akan hal itu.
2.Tidak menutupi diri saat membuang hajat
3. Mengambil harta rampasan perang sebelum dibagi oleh imam (mencuri)
4. Dusta/Bohong
5.Memahami Al-Qur’an lalu tidak mengamalkannya.
6.Zina
7.Riba
8.Mayit yang ditangisi keluarganya, jika mayit tersebut tidak melarang sebelumnya



Setelah saya dalam keadaan salam , saya baru menyadari kalau sedari tadi saya memikirkan hal yang begitu teramat jauh. Tapi saya sangat bersyukur, hati saya menagis karena ketakutan ini, yang berarti hati saya tidak mati.

Saya belum tahu bagaimana rasanya mati, dan seperti apa mati itu, namun dari kisah-kisah yang ada, saya belajar untuk terus memperbaiki diri agar dapat meninggal dalam kebaikan dan kondisi yang sebaik-baiknya. Karena saya tak pernah tahu kapan kematian akan menjemput.
16.41.00 No komentar
Kamis, 2 Februari 2017, Kajian Pra Nikah
Masjid Syamsul ‘Ulum

Dibawah langit gelap berhiaskan bintang, hati dan pikiran bisa terang karna mengikuti kajian.
Tak selamanya kegelapan itu akan selalu gelap, terutama kegelapan hati yang katanya sering gelap karena galau terus. Biasanya, di masa-masa remaja, sering sekali mendengar ‘hati yang gelap’. Sebenarnya ada sedikit cara sederhana untuk ‘menerangi’ si hati ini lho.
Ya, mengikuti kajian.
Aduhhh kok kajian sih? Emang apa manfaatnya? Harus ya ikut kajian?.
Wah wah, pasti kebanyakan banyak yang bertanya seperti itu kan? Tenang, kajian tidak akan menyakiti kok hehe. Sebenarnya ruh yang di titipkan dalam tubuh kita ini butuh ilmu dan dakwah , jadi itu sedikit alasan mengapa butuh yang namanya kajian.

So, malam ini, ada kajian yang rutin diadakan setiap kamis malamnya di Masjid Syamsul ‘Ulum yang bertempat di kampus tempat saya kuliah, Telkom University. Kali ini kajian yang dibawakan oleh Pak Reza Noor Umboro S, HI., MM.Pd.I membahas mengenai pra-nikah .
Lho? Kok tentang nikah sih? Kan masih sekolah, masih kuliah.. kok bahasnya tentang pernikahan?

Pernikahan itu bukan hanya sekedar menikah lho, menikah juga ada ilmunya. Nah, disini kita diberi pemahaman bagaimana cara kita bertindak mengenai hakikat cinta yang halal dan mengikuti ajaran sunnah agama .

Sebagai pembukaan, dan penjelasan awal mengenai cinta, perlu di pahami bahwa cinta adalah perasaan kasih sayang yang suci dan indah.
Dijelaskanlah ayat dari surah An-Nisa ayat 1 :
ÙˆَاتَّÙ‚ُوا اللَّÙ‡َ الَّذِÙŠ تَسَاءَÙ„ُونَ بِÙ‡ِ ÙˆَالْØ£َرْØ­َامَ

Pada ayat tersebut, di jelaskan lebih rinci lagi.
ÙˆَاتَّÙ‚ُÙˆ
Memiliki arti “taqwa”
ÙˆَالْØ£َرْØ­َام
Memiliki arti “kasih sayang”
Adapun di sambung dengan pembahasan surat selanjutnya yaitu surah Ar-Rum ayat 21 :
Ù„ِتَسْÙƒُÙ†ُوا Ø¥ِÙ„َÙŠْÙ‡َا
Yang memiliki arti “condong merasa tenang”

Cara mendapatkan ketenangan hati adalah dengan kasih sayang yang di dasarkan dengan ketaqwaan (rasa takut)

Cara bertaqwa untuk mendapatkan kasih sayang ialah dengan :
  1. Shalat
  2. Menyibukkan diri
    Yang di maksud menyibukkan diri ialah dengan menuntut ilmu (kuliah) dan juga usaha (mendapatkan penghasilan)

Alur menikah, bukan jatuh cinta dahulu...
Sebab jatuh cinta itu yang akan di bentuk dalam keluarga sakinah, disebut kasih sayang.
Dan menikah itu tidak membutuhkan kasih sayang, tapi ketaqwaan.

Adapun beberapa hal yang sangat mempengaruhi kecondongan akan rasa tenang seorang muslim dalam pernikahan yang perlu di perhatikan untuk membentuk sakinah, yaitu :
1. Penglihatan.
Apabila seorang suami pergi keluar rumah , lalu pandangannya sulit di jaga, maka kembalilah ia ke rumahnya lalu menemui istrinya. Hal ini berkaitan dengan bahwasannya seorang wanita yang keluar rumah itu selalu di penuhi setan untuk mendapatkan perhatian dari lawan jenisnya. Maka dari itu seorang lelaki harus bisa menjaga penglihatannya, untu menjadi tenang.

2.Pendengaran
Tidak mendengarkan aib masing-masing pasangan, sebab dengan adanya aib yang di perdengarkan, akan timbulnya masalah dalam ketenangan.

3. Penciuman.
Berhati-hati dalam penggunaan wewangian yang bisa menimbulkan adanya masalah dalam ketenangan. Maka dianjurkan bagi kaum wanita apa bila hendak bepergian tidak menggunakan wewangian yang berlebih. Jadi harus saling mengerti satu sama lain.

4.Perut.
Hal ini berkaitan dengan ekonomi, karena jika adanya masalah disini sakinah bisa terganggu.

5.Bawah Perut.

Menikah juga memiliki misi, yaitu :
1.Bernilai Dakwah.
Ialah menjadi pusat perhatian atau kekuatan lahir batin yang ingin menjadi contoh bagi muslim yang lainnya.
2. Fiqiyyah : Berlakum hukum.
  • Wajib : pernikahan bernilai wajib apabila telah siap lahir dan batin yang sudah merasa sangat mendesak dan tidak bisa di tahankan.
  • Sunnah : pernikahan bernilai sunnah apabila telah siap lahir dan batin tapi belum  merasa sangat mendesak dan pada intiya, masih bia mnahan hawa nafsu
  • Haram :  pernikahan bernilai haram apabila pernikahan tersebut tidak berdasarkan sunnah.
3.Tarbiyyah :pembentukkan jiwa dan diri
1.Pada konteksnya,suami dan istri mesti saling mendukung dalam melakukan pekerjaan apapun. 
Tujuan pernikahan (dari beberapa mahasiswa Tel-U) adalah :
  1. Menjauhkan diri dari maksiat
  2. Menyempurnakan agama
  3. Re-generasi

Adapun pertanyaan dari ikhwan dan akhwat di penghujung acara kajian ini. Tapi saya mau bahas seputar itu di tulisan selanjutnya.
Oh iya, setiap peserta kajian pada penghujung acara di Masjid Syamsul ‘Ulum ini suka di beri minuman berupa segelas coklat panas lho..
Kebayangkan asyiknya ikutan kajian itu seperti apa? Pokoknya gak akan ada ruginya deh.
Terimakasih untuk pembaca yang senantiasa mau membaca sampai ujung tulisan ini, kurang lebihnya mohon maaf ya ..

01.57.00 No komentar
Perihal hati yang baru saja meninggalkan potongannya. Untuk kali pertama dia pergi tanpa kejelasan. Dengan jawaban yang hadir tanpa alasan, tanpa tanya yang tak memecah kebimbangan. Rasa miliknya terhempas begitu saja dalam keyakinan yang membuatnya serba salah.

Januari hadir dalam tengah kebisuan. Angin malam mengalir mengusik ketenangan dedaunan. Sekilas beberapa episode kenangan terputar dalam memori ingatan. Aku mendesah panjang.

Sejak matahari mengundang bulan untuk menemani langit kemarin, mulailah aku menyadari bahwa perasaan kian pupus karena kerinduan menemaninya.

Kerinduan?

Benar, rindu dalam diam kian membisu tak ingin angkat bicara. Raganya tak ingin banyak mengutarakan pada pekerjaan. Jiwanya rapuh begitu teringat akan potongan hati yang di tinggalkan. Tentang perasaan yang pernah membentuk hati menjadi utuh tanpa pernah mencoba untuk disatukan. Hanya karena keyakinan, hati itu terpotong menjadi dua bagian, sepotong hati untukmu dan potongan hati padaku.

Kristal-kristal air kabarnya jatuh dari potongan hati yang di tinggalkan, aku hanya bisa diam membisu sejuta bahasa karena potongan hati yang ada padaku merasakan hal yang sama, namun tak ingin menjatuhkan beberapa kristal air sedikitpun. Sebab hujannya hati tak akan mengakhiri sebuah perasaan yang butuh kejelasan, rindu.

Tak ada kata penyesalan untuk sebuah keyakinan dan tak ada kata terlambat untuk menyakinkan keadaan. Dalam diam sunyi, aku selalu mengutarakan agar sepotong hati yang ditinggalkan padamu selalu tetap pada satu tujuan. Soal perasaan, kita saling tahu satu sama lain bahwa pertemuan bukan suatu kebetulan. Kita berada pada jarak yang terpisah meski ada di bawah langit yang sama, berpadu dalam rindu.



“Bila keyakinanku datang, kasih bukan sekedar cinta

Pengorbanan cinta yang agung, ku pertaruhkan..”

Rossa- Ayat-Ayat Cinta



Potongan hati yang ada padaku hanya menginginkan perasaan murni yang dapat membuat hati utuh dengan cinta abadi, maka dari itu aku berani pertaruhkan seluruhnya pada apa yang aku yakinkan. Perihal meninggalkan potongan hati yang ada padamu adalah segores rencana kecil yang aku lakukan agar bisa kudapatkan perasaan yang sempurna tanpa sentuhan. Tak ingin menodai potongan hati, begitulah maksudku.



Jika rindu tetap menghantui, anggap saja rintangan gelombang ombak sedang bergerak yang harus dilalui dengan kekuatan yang sangat teramat kuat.



Percayalah,potongan hati pasti akan selalu punya potongan hati yang lain untuk disatukan yang akan menjadi tempat kembali untuk menjadi utuh. Dalam ikatan cinta dengan perasaan murni yang berpadu.

Salam cinta dari sepotong hati yang meninggalkan sedang dalam rindu berat pada potongan hati nya yang dia tinggalkan dengan keyakinannya.
21.39.00 No komentar


Ahad, 4 desember 2016

Closing Al-Fatih 2016

Kala itu,saya mengikuti kajian mengenai pentingnya dakwah di kalangan organisasi ,khususnya sebagai lembaga dakwah kampus. Sebagai calon-anggota atau anggota LDK, mustinya paham betul mengenai ini, karena sudah tentunya kewajiban seorang muslim adalah berdakwah. Tanpa adanya dakwah di lingkungan kampus, seorang mahasiswa akan mudah terpengaruh dengan lingkungan negatif yang sedang menjadi budaya tren mahasiswa masa kini. Di jalan dakwah harus ada regenerasi,karena tidak mungkin senior-senior ldk yang sudah akan lulus menjalani dakwah. Maka dari itu sebagai mahaiswa muda, di beri tanggung jawab untuk tidak menjadi generasi yang memutus mata rantai dakwah.

Pada kali ini, saya akan membuat artikel tentang apa yang saya pahami mengenai salah satu jawaban dari pertanyaan dalam sesi tanya jawab pada saat itu, dan mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi pembaca yang memahaminya.

Berdakwah saat melihat kemungkaran.

Sebagai mahasiswa atau juga mahasiswi ,saat kita sedang menghadapi seorang teman yang sedang galau karena cinta, ajaklah dia menuju kebaikan yang baik untuknya dan untuk diri kita juga sebagai bonusnya.

“Aku di anggap ‘PHP’ sama dia, ukh...”

Teman kita mengeluh, itu artinya dia butuh bantuan berupa nasihat yang membangun dan menunjukan kepada arah yang baik. Sebagai teman seorang muslim, alangkah baiknya menuntun teman kita yang sedang dilanda kebimbangan hati ini adalah dengan membuat hatinya tenang akan ucapan yang kita sampaikan sebagai nasihat tentunya.Temanmu butuh nasihat baik, ruh nya butuh amal jariyah maka ajaklah dia menuju hal yang baik.

Wahai teman yang sedang ‘galau’ karena soal percintaan, kamu perlu mencintai diri kamu terlebih dahulu. Dirimu sangat berharga, sayang sekali kamu sedih hanya karena si-dia menganggap kamu “Pemberi Harapan Palsu” saat kamu sedikit menjauh darinya. Lantas yang perlu kamu lakukan adalah berdiri tetap pada pendirian mu, pada kata nurani hatimu yang menunjukkan itu baik dan apa yang kamu lakukan benar. Tanamkan pada dirimu bahwa menjauh itu lebih baik dari pada mendekat. Dalam artian , kamu akan menang saat menjauhi fitnah yang ada diantara cinta dalam hatimu.



Alangkah baiknya jika kita menuntun teman kita menuju kebenaran dan apabila dia mau mendengar tentang kebaikan yang kita sampaikan, maka kita dapat bonus tambahan kebaikan yang kita kumpulkan. Apalagi jika dia melakukan kebenaran yang kamu sampaikan itu, bahagia sekali bukan? Melihat teman melakukan kebenaran dan kebaikan mengalir banyak kepada kita sendiri.

Ternyata, islam itu indah ya...

Tapi, bagaimana jika ternyata ucapan kebaikan yang kamu sampaikan pada temanmu itu terkubur dengan nasihat lain dari temannya yang lain misalnya. Mereka mengajak temanmu untuk membuat kepastian dan mendorong temanmu untuk segera berbuat sesuatu pada si-dia yang terpaut jatuh cinta. Sudah jelas , yang kamu lihat itu adalah kemungkaran. Mereka berkata pada temanmu agar memperbaiki hubungan kedekatannya, memberi kepastian pada lawan jenisnya itu. Mereka mendorong temanmu untuk terus menjadi budak cinta yang belum tentu di ridhai oleh sang pemilik hati. Tentulah yang di ucapkan mereka memang kurang baik dan merugi dalam pandanganmu, tapi temanmu itu sedang dilanda kebimbangan itu belum dapat menentukan mana yang benar dan mana yang salah.

Bila kamu ingin mengajaknya dalam kebaikan, dan kamu melihat ada kesalahan di hadapannya, maka singkirkanlah kesalahan itu. Sebab kita tidak bisa diam saat melihat kemungkaran ada di hadapan kita. Sebab dakwah akan selalu harus di lakukan saat kita dihadapkan kemungkaran. Jika tidak ada gerakan yang kita lakukan setelahnya, keburukan yang teman kita dapatkan itu akan mengalir pada diri kita karena tidak berusaha memperbaiki kesalahannya lagi. Dan apabila yang temanmu itu lakukan adalah keburukan yang dia dengarkan,maka keburukan akan mengalir pada temamu, pada mereka yang menyampaikan, dan pada kita yang melihat tahu tapi tak bertindak.

Sebab sebaik-baiknya teman ialah yang mau mengajak dan menuntun kebaikan untukmu di dunia dan menyelamatkan kamu di akhirat, bukan yang memaksamu untuk menuruti apa yang dia ucapkan untuk mencintai dunia dan berbuat kesalahan yang jelas salah dimata pencipta-Nya.

Saya mohon maaf telah banyak kekurangan dalam penulisan ini, karena kebenaran hanya milih Allah semata. Terimakasih ;) (HK)

19.02.00 No komentar

Laki-Laki yang kurang aktif di Instagram itu keren!



Bismillahirohmahnirohim, Blog kali ini saya tulis sesuai dengan opini saya dari pandangan dunia islami, olah pikir dari permasalahan dalam dunia kehidupan yang saya yakini kebenarannya menurut pemahaman saya sendiri dari berbagai ilmu yang saya dapatkan.



Sosial Media, memiliki arti dan maksud dengan pengartian kata ‘Sosial’ : hubungan bermasyarakat, dan ‘media’ : tempat / sarana. Jadi apa sih tujuan dari social media itu? Ya, menurut saya social media itu adalah sarana hubungan bermasyarakat melalui internet dengan memanfaatkan kecangghan teknologi di zaman yang sangat modern ini.

Namun, jujur yang saya lihat dan rasakan secara tidak langsung, pada saat ini media social manapun dijadikan ‘wahana membanggakan diri’ bukan ‘media hubungan bermasyarakat’. Dan tentunya, memang saya akui sendiri saya adalah penggila social media. Social media dapat dikatakan baik jika apa yang ditujuan dan di gunakan secara baik, dan itu kembali kedalam diri masing-masing.

Menanggapi mengenai social media, di zaman sekarang apabila ada seseorang tidak memiliki satu akun di salah satu nya, dianggap ‘kuno’.

Mengapa?

Karena si penganggap kuno ini merasa teman nya itu sudah ketinggalan zaman, karena ini adalah zaman modern yang segala aktivitas dilakukan dalam social media.

Yang ingin sekali saya tuangi, adalah mngenai Instagram.

Terutama kaum laki-laki. Saya sering menemukan beberapa orang yang hanya sekedar kenal saat teman nya bertanya, “nama ig antum apa, akh?” , maka laki-laki tersebut berkata : “afwan , ana tidak punya akun instagram, akh.”

Bukan hanya sekali-dua kali yang pernah saya dengar/ lihat ucapan seperti itu, bahkan berkali-kali. Saya yakin, yang mendengar jawaban seperti itu, pati tentunya berpikiran bahwa sang penjawab adalah manusia kuno yang tidak modern. Kamu punya pengetahuan apa jika memang menduga-duga dia seperti itu? Siapa tahu mereka yang tidak memiliki Instagram adalah orang yang focus memperjuangkan realita kehidupan nyata dengan pengetahuan yang lebih layak dari pada kamu.

Tidak mengenai hal ‘tidak punya’ akun Instagram, ternyata juga ada yang memiliki akun namun tak pernah memposting apapun.

Pasti kamu bertanya-tanya atau mengusik pikiran mu dengan mempermasalahkan kenapa dia tidak pernah posting apapun kan? Sebenarnya tadinya saya juga berfikir seperti itu.

Dengan latar belakang permasalahan diatas, saya akan menyimpulkan sesuai pengetahuan dan pendapat menurut saya sendiri.

Dan ketika lelaki itu di tanya oleh perempuan tentang istagramnya yang baru saja ingin di follow,

“Afwan, ana gak punya akun Instagram, Ukh…

Laki-laki yang seperti ini patut di hargai dan di contohkan, mengapa?

Ada banyak alasan mengapa dia tidak memiliki akun instagram.

Hal pertama adalah dia tidak ingin membuang banyak waktu dengan dunia maya, apalagi sibuk dengan gadget tiap saat. Bisa jadi para non register Instagram ini sedang menyibukkan diri di dunia nyata. Atau mungkin juga sendang ada di dunia nyata dengan pendekatan menuju akhirat, seperti berdiam diri di masjid, membaca al-qur’an , atau sedang rajin mengikuti kajian dakwah di majelis , dsb. Ini patut di banggakan dan dinilai baik, bukan diniai dengan ocehan “ah ketinggalan jaman nih !”

Ada sedikit hadis nya mengenai ini,

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:

”Keuntungan terbesar di dunia adalah engkau menyibukkan dirimu setiap saat dengan sesuatu yang paling utama dan bermanfaat untuk kehidupan akherat. Bagaimana dikatakan berakal seseorang yang menjual Surga dan kenikmatan di dalamnya dengan syahwat (kesenangan dunia) yang hanya sesaat.”

Beliau juga berkata:

 ”Menyia-nyiakan waktu lebih lebih berbahaya dari pada kematian, karena menyia-nyiakan waktu memutuskanmu dari Allah dan akherat, sedangkan kematian memtuskanmu dari dunia dan penghuninya.”



Hal kedua adalah menjauhkan diri dari hal yang membuat rasa ujub atau mengagumi diri sendiri . Kapan terjadinya ujub? Yaitu saat merasa memiliki kelebihan tertentu yang tidak dimiliki orang lain. Faktor terjadinya sifat ujub ini adalah karena banyak di puji orang dan semakin banyak dikenal dalam jejaring social. Kamu tau sendiri kan kalau dunia Instagram saat ini seperti apa? Ya, terlalu banyak foto selfie yang di puji,lalu ketergantungan. Memotret wajah diri sendiri menggunakan kamera smartphone lalu di post dengan kata-kata puitis yang kurang sesuai dengan maksud foto selfie-nya. Kamu setuju? Tentu tidak. Saya sangat setuju karena saya pernah melakukannya. Rasa ingin menunjukkan sesuatu agar diakui itu merupakan salah satu sifat manusia penghuni istagram. Dan alasan mengapa para non register Instagram tidak memiliki akun ialah menghindari sifat yang kurang baik tersebut.

“tiga hal yang membinasakan : kekikiran yang diperturutkan,hawa nafsu yang di umbar dan kekaguman seseorang pada dirinya sendiri.” (HR. Thobroni)



Hal ketiga adalah menahan diri dari perbuatan zina. Ini yang harus di perhatikan oleh kamu jika kamu mengakui agama kamu adalah islam. Kenapa saya megatakan perbuatan zina? Mari kita simak.

Dalam sehari, banyak juta-ribuan foto yang terunggah dalam Instagram dan bermunculan di Explore atau beranda akun pribadi, dan rata-rata isinya adalah foto selfie wanita. Zina mata dan zina hati mungkin saja terjadi saat seorang laki-laki/ikhwan melihat selfie seorang gadis yang tanpa menutup auratnya dengan gaya yang sangat menarik, dan itu mengundang syahwat. Zina lain nya adalah zina perkataan, jika bukan dari mulut datangnya, maka dari tulisan yang di ketik dengan tangan oleh pikiran dari hati yang berasal dari pandangan alias komentar dalam foto aurat tersebut dengan kata pujian . Zina tidak hanya satu, tapi banyak macamya. Dan dalam penggunaan Instagram, terdapat banyak zina yang bias di lakukan oleh pengguna akunnya, terutama laki-laki / ikhwan yang mudah tergoda. Zina itu dosa dan haram hukumnya. Apalagi memandangi banyak gadis yang berfoto selfie tanpa menutup aurat, itu sangat berbahaya sebab menggoyahkan iman seorang laki-laki. Nah jadi itulah mengapa sebagian laki-laki kurang tertarik untuk memiliki akun istagram, yaitu agar pandangan dan hatinya terjaga. Berikut ada firman Allah S.W.T yang mengenai anjuran untuk mengatasi zina yang terdapat di Instagram ini :

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS.An-Nur [24] :30)

Menahan pandangan, ya seperti itulah.

Saya ada sedikit tambahan dari pandangan sebagai seorang muslim, mengenai ini.

Banyak yang mengabaikan mengenai ini, komentar-komentar yang biasa di cantumkan kedalam kolom komentar foto seorang gadis yang cantik tanpa menutup aurat dari para lelaki muslim,bisa dikatakan zina dan dosa dari para lelaki di tanggung oleh si pemilik foto.

“wah cantik” ,”manis”, “bikin diabetes”,”subhanallah”,”gak nahan”

Tidak kah sebagai lelaki merasa kasihan terhadap gadis yang penuh dosa?
Alangkah baiknya jika komentar dengan kata yang membuat diri menabung keburukan itu diganti dengan kata-kata mengajak kebaikan, seperti :

“alangkah lebih indah bila auratnya di tutupi” , atau sebagainya yang membuat diri berkata baik dan mengajak orang menjadi lebih baik, bukan menjadi tambah buruk.

Saya sendiri, cukup sedih apabila melihat ikhwan/laki-laki berkomentar dengan perkataan seperti yang di awal tadi, karena dengan mudahnya melontarkan kata sanjungan kepada perempuan manapun.

Dan saya, merasa salut kepada ikhwan atau laki-laki yang sudah berkomitmen untuk tidak memiliki banyak koleksi akun social media ataupun yang memang kurang berminat untuk sibuk dengan social media. Mereka adalah pemuda yang hebat, karena bisa meninggalkan hal yang mengundang sepercik kerugian pada diri mereka. Semoga orang-orang ini tetap dilindungi Allah, sebaagaimana mereka telah menjaga mata,hati,dan lisannya.
Saya mohon maaf telah banyak kekurangan dalam penulisan ini, karena kebenaran hanya milih Allah semata. Terimakasih ;) (HK) 
01.03.00 1 komentar

 

Ketika hadir diantara lingkungan yang penuh dengan berbagai macam kepribadian, kita harus menyesuaikan.



Ya, awalnya aku datang di lingkungan baruku dengan niat berubah. Dan awal pertama aku datang memang sudah di mantapkan. Dan tentunya orangtuaku mulai bahagia bisa melihatku yang akhirnya mau mendengarkan ucapan mereka soal berhijrah.

Namun, di lingkunganku , aku menjadi merasa asing. Lingkungan ku yang sekarang , sama seperti lingkungan ku yang lama, yang selalu bebas tak terikat dengan aturan.

Merasa menjadi asing itu memang tidak meng-enakan, jadi aku harus menyesuaikan.

Labil, itulah diriku pada saat itu. Niat ku sedikit kendur dan aku mulai berbalik arah menuju penampilanku seperti biasa.Ku rasa aku belum terlalu mantap untuk memulai hal yang baru yang sudah ku niat kan. Jelas-jelas kendur.

Kenapa?

Aku belum siap kehilangan duniaku yang begitu asyik dan ‘gaul’ . karena aku berpikir, jika aku mulai tertutup dari sekarang, maka aku akan kehilangan segala kesenanganku. Aku akan kurang mendapati teman, bahkan aku akan dijauhi karena penampilanku yang terlalu tertutup.

Aku jadi berpikiran buruk dengan niat baikku itu.

Luruskan niat? Atau aku tinggalkan saja niat baik ku? Aku benar-benar di landa kebimbangan. Aku hanya takut kehilangan segalaya.

Padahal, ketakutan yang ada dalam diriku itu belum pasti itu benar.

Ya, aku hanya takut jika semua orang tak akan melihatku lagi,tak akan menegurku lagi. Hanya seperti itu.
22.56.00 1 komentar


Ketika niat buruk di hapuskan oleh niat untuk berbuat kebaikan, itu seharusnya patut di banggakan. Karena memudarkan niat yang agak buruk itu sangat sulit dan berat bagi orang yang belum terbiasa.



Awal tahun , aku sudah mendaftar di universitas yang jaraknya jauh dari rumahku. Yang berbeda daerah. Dan mau tidak mau harus berpisah dengan keluarga.

Dengan kondisi kurang baik ini, apakah pantas jauh dari aturan? Di ingatkan menuju kebaikan saja susah, apalagi jika hidup dalam ke bebasan, mau jadi seperti apa aku nantinya jika terlalu jauh dari aturan?

Hal-hal buruk sudah terbayang, apakah aku akan mengikuti tren anak muda masa kini yang agak melenceng atau bagaimana. Lalu membuat orangtua dan keluargaku kecewa.

Ternyata sedikit niat baik tumbuh dalam benakku. Aku melanjutkan pendidikan yang jaraknya jauh serta biaya yang tinggi, yang tidak semua orang bisa menyanggupinya, maka aku harus bersyukur.

Ku mantapkan diri dalam hati sebelum aku pergi dari rumah. Disana, aku harus menjadi pribadi yang bersyukur,selalu berintropeksi diri, dan menjaga apa yang harus dijaga. Paling utama, membuat orang tua bangga. Karena sebesar apapun pemberian orang tua kepada anaknya, kita sabagai anak tidak akan pernah bisa membalasnya, maka dari itu, wajib sebagai anak adalah membahagiakan dan membuat orang tua bangga.

Niat berhijrah sudah mulai tumbuh dari rumah, dari keluarga, dari lantunan pembicaraan orang tua setiap waktu yang menyuruh berhijrah. Namun hati ini masih beku, sulit untuk mencairkannya.

Yang terpenting, niat baik sudah berhasil menghapuskan niat keburukan yang ada dalam diri. Niat itu ada jauh sebelum aku berdiri di tempat aku mencari ilmu di tempat yang jauh dari rumah.
22.07.00 No komentar



Orang tua adalah pembimbing,pengajar, sekaligus pendidik pertama dimana seorang anak di lahirkan. Sebagaimana pun keadaan orang tua, pasti menginginkan anak nya agar lebih baik dari keadaan. Aku hanya ingin sedikit share mengenai bagaimana pengalamanku ketika orang tua mengajarkan menuju kebaikan, tapi malah aku abaikan.

Aku hidup di sebuah kerajaan kecil yang di tekankan dengan banyak aturan.

Aturan? Wah berarti terlalu ketat dong? Kok kayak sekolah aja ada aturannya?

Begini, aku sebutkan saja kalau aku ini adalah tipe orang yang susah di atur. Mau siapa pun yang mengaturku, selalu saja aku bantah dan menolaknya. Kenapa? Ya karna aku memang tidak suka di atur. Aku ingin bebas dari aturan karena aku memandang teman-teman di sekiling saya semasa TK-SMA tidak memiliki aturan yang sama seperti kehidupanku. Aku memandang mereka memiliki kebebasan. Tapi, karena di keluargaku di terapkan berbagai aturan semisal : harus ini lah, nggak boleh itu lah, apalah. Aku mau tidak mau harus menaati keadaan karena aku hidup di dalamnya.



Aku memiliki orang tua penyayang, tapi salah mengartikan kasih sayang itu.

Maksudnya gimana deh? Orang tua di jadikan kekasih? Wah wah..

Bukan.. bukan.. maksudnya itu, aku memiliki orang tua yang sangat perhatian kepadaku, sehingga mereka selalu memberikan banyak aturan kepada anak-anaknya. Orang tua mana yang tega melihat anaknya berada di kehancuran? Aku yakin sih nggak ada hehe. Karena semua orang tua pasti ingin anaknya menjadi baik dan berhasil. Aku jelaskan ya, dulu aku menganggap semua aturan itu adalah peringatan,tekanan dan hukuman. Karena seolah-olah semua aturan itu melarang aku untuk melakukan hal yang aku inginkan.



Sedikit mau cerita, dulu sewaktu aku masih tinggal di rumah bersama keluarga, ibu ku selalu menyuruhku memakai pakaian tertutup,dan wajib menggunakan rok dan jilbab panjang saat akan keluar, bahkan membuang sampah di luar pagar pun, diwajibkan. Tapi, aku bandel, aku malah mengabaikan itu dan aku tetap berpakaian alakadarnya saja.
Keluar,jalan bersama teman, atau ke warung, aku tetap memakai celana walaupun sudah ribuan kali di peringatkan. Seringkali aku mendapat teguran sesudahnya : “kan ibu bilang,jangan pakai celana lagi. Apalagi celananya ketat!” . Tapi teguran-teguran itu tetap saja aku abaikan.



Asli,aku kalo keluar, jalan sama teman misalnya. Malu pake rok/celana longgar lagi.

Lho? Kenapa?

Aku pernah sesekali pakai celana gombrang gitu dan rok juga. Tapi, saat aku memakai celana itu, aku di komen dengan teman ku “ni, lu gak punya celana lagi ya?” , “ni, celana lu kegedean tuh. Kuno banget keliatannya” , “jangan pake celana gituan apa ni, gue malu bawa temen pakaian nya begitu”

Dan beda lagi respon kalo aku pakai rok. “ni, lu gak ribet apah pake rok?”, “lain kali pake cenala aja ih.”

Ya... seperti itu lah. Kata-kata itu membuatku menjadi minder dan agak malu kalau pake celana longgar dan rok lagi.



Sewaktu aku pending kuliah setahun, Ibuku terlalu sering bercerita tentang anak temannya yang sudah berhjrah saat kuliah. Padahal dulunya suka berpakaian seksi,bermake-up, suka ganti-ganti pacar, dan benar-benar murid yang nakal. Tapi , di semester ke 3 saat kuliah, dia menutup semua auratnya dan kini memakai baju yang panjang dan syar’i. Aku pernah melihat orangnya, dan memang benar saja kata ibuku. Setiap aku agak melenceng,pasti ibu ku menceritakan hal itu ber ulang-ulang sehingga membuat telingaku begitu gerah. Karena aku belum sadar akan bagusnya menjadi tertutup, tapi ibuku selalu ingin menjadikan aku anak yang tertutup dan mengikuti aturannya.

Jujur saja ya, aku itu tidak ingin kelewatan zaman. Aku ingin mengikuti apa yang jadi trend masa kini.

Ada hal yang lagi booming, aku ikuti. Pokoknya ingin ikut-ikutan aja deh.

Dari sejak SMA, aku memang sudah di suruh untuk berhijrah tentang pakaian, Tapi aku selalu menunda. Aku belum siap saja. Aku ingin mengikuti pakaian-pakaian yang lagi tren dan hijab-hijab masa kini gitu.


Aku tahu benar, maksud orang tuaku itu ibadah dan wajib hukumnya untuk di ikuti. Dan setiap hari pun aku selalu di ingatkan untuk berpakaian syar’i. Tapi aku selalu menolaknya.

Bahkan pernah suatu hari aku ingin jalan keluar,memakai celana jeans yang benar-benar ketat, ketika aku mau berangkat, aku di marahi habis-habisan dan di suruh untuk mengganti celana dengan rok. Dan celana jeans itupun di buang ke tempat sampah. Miris bukan? :’)

Aturan memang agak sedikit keras, tapi di balik aturan itu ada maksud yang baik.

Sekarang aku sudah mulai sadar apa arti aturan-aturan dan ingatan berhijrah itu. Nanti ku bahas di blog berikutnya yaaa..

Terimakasih sudah membaca J
23.36.00 No komentar
"Lihatlah, hari berganti... Namun tiada seindah dulu.... 
Datanglah, aku ingin bertemu.. Untukmu, aku bernyanyi... 
Untuk ayah tercinta, Aku ingin bernyanyi ... 
Walau air mata, Di pipiku
Ayah dengarkanlah, Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam.. Mimpi.." 

Lagi lagi lagu yang berjudul 'ayah' itu di bawakan dalam acara televisi oleh penyanyi papan atas Indonesia. 
Awalnya aku mendengarnya biasa saja, namun ketika lirik yang ku tulis di atas, aku tersentuh. 
Bukannya aku mudah meneteskan air mata, tapi aku tak kuasa menahan rasa gejolak yang ada di dalam dada. Hatiku ingin menangis, membuat butiran air menggenang di kantung mata. 

Aku bukan orang yang dengan mudahnya menangis. Aku tidak mudah menjatuhkan air mata tanpa sebab. Aku terlatih untuk menjadi kuat. Bahkan disaat semua orang sedih dan menangis, aku ingin ikut menangis pun tidak bisa. Tapi kali ini, lagu itu berhasil memecahkan air mata ku. 

Laki laki pertama yang ada di kehidupan aku adalah bapa. Tapi ketika aku kecil, baru duduk di bangku sekolah dasar, bapa jarang sekali menemani hari-hariku. Bertemu pun, hanya setahun sekali, padahal aku tinggal dalam status di rumah orang tua nya, kakek dan nenek yang harus nya menjadi rumahnya juga. Tapi, tahun demi tahun berjalan, posisi nya sudah tergantikan oleh ayah. Ayah adalah pahlawan laki laki yang sangat sangat baik, lebih dari malaikat dalam dongeng. Kebaikan nya pun selama aku hidup bersama keluarga baru dengan ayah, sulit aku deskripsikan. Lagu ini mengingatkan aku kepada bapa. 

Terakhir aku bertemu dengan nya, tahun 2012.  Waktu kelas 3 SMP, aku ingin menunjukkan bahwa aku lulus dan akan melanjutkan sekolah ke jenjang SMA. Dulu bapa pernah berjanji, kalau aku lulus dan lanjut ke SMA, bapa akan memberikan aku hadiah yang nilai nya besar. 
Aku sempat menyesal kala itu, aku kabur dari rumah di cikarang pergi ke bandung seorang diri hanya untuk bertemu dengan bapa, tapi bapa tidak merindukan aku. Bapa tidak seperti biasanya menyambut ku dengan hangat. Bapa tidak memberiku hadiah yang di janji kan nya. Bapa menjadi orang bingung, itu yang aku lihat dari mata nya. Aku pikir, aku sudah mati-matian pergi jauh ke bandung hanya untuk bertemu orang yang ku cinta tapi ternyata tidak merindukan aku, atau mengingat janjinya. Aku rasa aku sia -  sia, aku hanya mendapatkan amarah dan nasihat tegas dari orang tua ku di rumah ketika aku pulang. 

Dalam hati aku marah, aku kesal. Harusnya aku tidak perlu mempunyai rasa yang berlebihan. Harusnya aku tahu resiko nya, akan di kecewakan. Aku benar benar tidak suka yang namanya di ingkari janji. 
Dari situ, aku rasa aku siap untuk kehilangan. Aku bahkan tak ingin melihat nya lagi di hadapanku. 


Hampir lima tahun berlalu. Tidak pernah ada kabar datang dari bapa. Jangan kan telfon, sms, atau chat di sosial media, sepucuk surat pun tidak pernah datang dari bapa. Terakhir bertemu saja 2012, bapa tak memberikan nomor ponselnya padaku. Kini pertengahan 2016, sudah berapa tahun bapa tidak tampak di hadapanku? Mengapa harus lagu 'ayah'  itu yang tiba-tiba hadir dan mengingatkan aku pada bapa? 

Tahun terus berganti, apakah bapa tidak merindukan aku? Apakah bapa sudah lupa denganku? Apakah bapa tidak ingin tahu bagaimana kabarku? Apakah bapa sengaja tidak mau bertemu denganku? Pertanyaan itu selalu terngiang setiap malam sejak lagu itu aku dengarkan. 

Aku disini sebenarnya rindu, tapi aku tak bisa mengungkapkan betapa besar rasa kehilangan aku bertahun-tahun tidak pernah bertemu.

Andai bapa tahu, tanpa bapa, aku sangat kebingungan. Saat mengisi biodata di kolom orang tua siswa, aku bingung mengisi pekerjaan dan alamat bapa. Aku seperti buta identitas mengenai bapa. Karena setelah terakhir kita bertemu saat itu, bapa tidak tinggal di bandung lagi. Bapa pindah kota. Tapi, dimana? 

Harus kah aku mencari? Bukan kah bapa tahu dimana tempat ku tinggal sekarang? Mengapa bapa tak pernah sekalipun mampir? Apa bapa tidak merasakan rindu padaku? Saat perkumpulan keluarga besar dari bapa di momen lebaran pun, bapa tak menampakkan wajah. Bapa tak pernah hadir setiap momen itu ada. 
Mengapa bapa menjadi benar benar menghilang? 
Mengapa bapa yang ku lihat adalah setampak gambar di layar ponsel saja? 
Mengapa? 

Banyak sekali pengalaman yang ingin aku ceritakan, yang ingin membuat bapa bangga denganku. Aku ingin sekali bertemu bapa dalam mimpi, tapi belum pernah sekalipun bapa hadir di mimpiku. 
21.25.00 No komentar

Hai readers..  Selamat datang kembali di tulisan aku :D

Kali ini aku mau cerita pengalaman lagi, kali ini tentang SIPENMARU POLTEKKES BANDUNG 2015. Atau bisa di sebut Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Kesehatan Bandung tahun akademik 2015/2016.


Okay, aku mau jelasin dulu, Apasih itu poltekkes bandung? 

Sama seperti tulisan sebelum nya, gak jauh dari Sekolah kedinasan. Politeknik Kesehatan Bandung atau yang biasa disingkat

Poltekkes Bandung adalah sebuah institusi pendidikan tenaga profesional di bidang kesehatan di bawah naungan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Poltekkes Bandung merupakan satu dari 32 Poltekkes

yang ada di Indonesia. Politeknik Kesehatan Bandung ini berlokasi di Bandung. (Sumber : wikipedia) 


Kenapa aku bisa memilih lanjut mendaftar di kesehatan? Alasan aku itu simple, mau jurusan apapun atau bidang apapun, yang penting itu sekolah kedinasan, bukan pts atau ptn. Tujuan aku hanya ingin menurut ilmu di sekolah kedinasan. Dan kenapa aku memilih lokasi di bandung?  Alasan pertama, aku ingin pergi jauh dari rumah, aku ingin menuntut ilmu di kota lain, tidak ingin di sekitar tempat aku tinggal, lari dari segala kenangan buruk agar semua hilang karena kepergianku . Alasan kedua, peluang keterima tahap pertama lumayan besar. 


Singkat cerita, saat ada pengumuman SIPENMARU, Aku mencoba untuk mendaftar. Aku mendapat jadwal tes pada tanggal 24 juni 2015. Lokasi nya? Tentu saja di Bandung. 

H-7 sipenmaru, aku pergi dari cikarang ke bandung. Di bandung, aku tinggal di rumah paman ku, kakak dari ibuku. Sesampainya disana, aku bukannya fokus untuk belajar, tapi malah mengajak teman kecil ku main. Ya, dulu sewaktu kecil aku tinggal dan sekolah di bandung, aku punya banyak teman, tapi yang jadi masalah, apakah mereka masih mengingatku seletah beberapa tahun berpisah dan menghilang? Aku pikir hanya beberapa teman terdekat aku saja yang ingat aku. 


Hari pertama ku di bandung, aku mengajak temanku yang rumahnya tak jauh dari rumah pamanku (tinggal jalan kaki), jalan-jalan ke alun alun bandung. Sudah sekian lama aku tak pernah pergi mengunjungi tengah kota bandung, apalagi alun-alun nya. Kami pergi naik angkutan umum. Seperti biasa, lebih senang menggunakan angkutan umum untuk berpergian, atau juga disebut 'ngebolang'. Banyak sekali suasana yang berubah saat aku datang di alun alun bandung. Jalanan nya ditata rapih ala ala eropa klasik, seperti jalanan yang ada di luar negeri, bangunan toko berjajar sepanjang jalan, bebas dari kendaraan umum yang lewat , tempat duduk yang biasa di sebut kursi taman berdiri dengan jarak sekitar dua meter sekali. Banyak perjalan kaki yang mengisi jalanan itu. Hingga kami berjalan sampai ujung, aku melihat suasana masjid agung bandung yang sangat berbeda saat terakhir kalinya aku ke bandung, sekitaran tahun 2011.  Tampak berbeda, taman yang luas di depan masjid yang dulunya berupa jalanan biasa, kini beralaskan rumput hijau yang ternyata bukan rumput hidup, tapi rumput buatan atau semacam karpet. Rumputnya terbentang luas mengisi halaman depan masjid agung. Membuat mataku sangat takjub dan segera ingin duduk di tengah lapangan yang ramai dijadikan tempat istirahat warga bandung itu. 


Eh kok jadi meleset ke cerita jalan2 sih? Oke balik lagi ke topik awal, aku tes tanggal 24 juni 2015 di kampus keperawatan bandung, di jalan Otten No. 32 Bandung. Lokasi nya dekat sekali dengan RSHS (hasan sadikin) .  Aku sampai di lokasi ujian jam 6. karena tes dimulai jam 8, maka harus persiapan datang pagi agar tidak telat. 


Karena aku percaya kepada tuhan ku dan ke ajaiban, aku menjalankan ibadah dengan setulus hati.  Terutama selain shalat wajib seperti shalat sunnah rawatib, shalat sunnah dhuha, shalat sunnah tahajjud. Dan tak lupa dzikir pagi dan dzikir petang selalu di lantunkan setiap hari selama aku sudah gagal dari tes tes sebelum nya.  Sambil menunggu pintu di buka, aku duduk diatas lantai tangga pintu masuk utama kampus, karna tadi berangkat terlalu pagi, aku belum baca dzikir pagi, aku pun membuka teks dzikir yang selalu aku simpan dalam ponselku. Aku melihat kanan kiri ku, peserta lainnya sibuk belajar dan mengisi soal di buku yang mereka bawa, ada pula yang sedang mengobrol dengan walinya. Sedangkan aku? Sendirian menatap ponsel. Aku baca dengan hati yang ikhlas seperti tiap hari aku membacanya. Aku sudah menyerahkan diri bagaimana nanti hasilnya. Entah lulus atau tidak,aku sudah menerima. 

Saat pintu di buka, aku masuk ke ruangan yang di umumkan oleh panitia sipenmaru. Aku mendapat kursi peserta di ruangan auditorium. 


Jurusan yang aku pilih di poltekkes bandung ini ada 2, pilihan pertama adalah keperawatan bandung, dan pilihan kedua adalah gizi. Materi yang di ujikan itu adalah matematika, bahasa inggris, IPA (fisika-kimia-biologi)  dan Bahasa Indonesia. Sebelum nya, aku hanya belajar dari soal-soal sipenmaru 2011,2012,2013,dan 2014. Soal yang dikerjakan saat tes jumlah nya ada 100 soal. Saat aku mengerjakan, aku sedikit mengerti, soal 2015 ini tidak jauh dari soal-soal sebelum nya yang aku pelajari. By the way gimana aku bisa dapetin paket soal sipenmaru?  Aku search di internet, lalu aku download. Soal-soal nya berbentuk scan-an, yang lalu di buat dalam bentuk pdf. Dan alhamdulillah tes nya lancar. 


Sesudah tes berjalan, aku kembali ke cikarang, ke tempat tinggal ku. Selang beberapa hari, eh atau mungkin minggu, aku lupa karena itu tahun 2015, dan sekarang saat aku menulis ini 2016, jadi agak lupa ya ingatan soal tanggal dan kapannya. Pokoknya, saat hari pengumuman, aku tidak berhenti dari pagi sampai siang menatap layar netbook, membuka situs web sipenmaru untuk melihat kelulusan.  Saat jam 2 siang lewat, pengumuman itu baru bisa di akses. Aku pun menulis nomor peserta dan password akun sipenmaru ku. Dan saat meng-klik tab pengumuman, alhamdulillah kabar menyenangkan datang padaku. Aku dinyatakan lolos utama tahap uji tulis di jurusan keperawatan bandung. Oh iya, kenapa aku sebut lolos utama?  Karena ada dua jenis kelulusan di sipenmaru ini. Ada lolos utama, ada lolos cadangan, kalau lolos utama itu artinya tinggal mengikuti langsung tahap berikut nya,sedangkan lolos cadangan itu harus menunggu konfirmasi dari panitia untuk mengisi kuota jika ada yang lolos utama tapi mengundurkan diri. 


Dan aku, lolos utama. Aku kembali ke bandung untuk registrasi tes tahap selanjutnya, tahap 2, yaitu tes kesehatan dan psikotes. Lokasi registrasi ada di kantor pusat poltekkes bandung Jl. Pajajaran No.56, Pasir Kaliki, Cicendo,Bandung, Jawa Barat. 

Pertama aku masuk keruangan yang sudah banyak peserta yang duduk untuk mengantri. Setiap jurusan, beda lokasi meja. Aku duduk di dekat bagian meja jurusan keperawatan bandung. Saat giliran diriku, aku di beri dua kertas bertuliskan alamat lengkap tes psikotes dan tes kesehatan berserta tanggal nya. Dan aku juga di berikan surat pengantar untuk tes psikotes. Setelah registrasi selesai, aku pulang. Naik apa? Naik angkutan umum. Selalu :D


Tes kesehatan, atau medical chek-up diadakan di  kantor pusat poltekkes bandung Jl. Pajajaran No.56, Pasir Kaliki, Cicendo,Bandung, Jawa Barat. Sama seperti kemarin saat registrasi, namun berbeda ruangan. Pagi hari, aku berbaris antrian mengikuti peserta lain yang menunggu pintu masuk dibuka. Ada sekitar 2 jam aku berdiri, sambil berbincang dengan kenalan di depan ku, dia orang bandung, dan orang tuanya lulusan STKS (Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial) sama seperti ibuku. 

Setelah pintu di buka, Kami semua masuk dan duduk di tempat menunggu pertama, untuk registrasi pembayaran terlebih dahulu, saat pembayaran,semua peserta diberikan beberapa lembaran kertas yang akan di berikan kepada petugas kesehatan yang akan memeriksa, ada pula tabung untuk air kencing, dan ada juga semacam stiker untuk di pasang di kertas. Setelah itu, aku duduk di bagian tes kesehatan yang diperiksa oleh dokter. Disana di cek detak jantung, tekanan darah, mata, tht, pokoknya chek kesehatan biasa seperti dokter lainnya saat berobat, setelah itu cek tinggi badan dan buta warna, lalu setelah nya tes visus mata. Di tes visus mata ini bagiku sulit. Jadi, aku duduk di kursi dengan jarak beberapa meter yang jauh dari papan tulisan huruf yang ada di tembok, lalu sebelah mata di tutup dan menyebutkan semua urutan huruf dari yang terbesar sampai yang terkecil di ujung bawah bergantian kanan dan kiri. Aku tidak bisa melihat jelas saat huruf kecil ketiga dari bawah karena mata ku minus dan belum sempat di belikan kacamata karna aku risih dan tidak suka pakai kacamata. Selanjutnya, tes darah. Darah diambil dari lengan. Dan setelah itu menampung air kecing, di toilet ya.  Setelah menempuh berbagai macam tes, tinggal tes yang terakhir, di foto. Eitsss, bukan di foto bergaya dalam studio maksudnya, tapi foto rotgen toraks nya. Jadi aku beserta 4 orang lainnya, karena satu kloter itu lima orang,  masuk ke dalam satu ruangan yang sudah disediakan alat buat foto. Disana harus membuka total baju dan menggantikannya dengan baju kain yang disediakan. Lalu setelah ganti, aku berdiri menghadap belakang dari alat foto itu. Dan selesai sudah medical chek up nya. 


Pada tahap ini, aku sangat pesimis. Kenapa? Selain karena tinggi badanku yang kurang dari batas minimal, mata ku juga kurang jelas dan ada kemungkinan tidak lulus. 


Hari berganti, tinggal tes psikotes yang dijalani. Katanya sih, cuma untuk formalitas saja. Tempat tes psikotes adalah di BPIP Psikologi UNPAD yang beralamat Jl. Ir. H.Djuanda No.438-B, Dago, Coblong,Kota Bandung, Jawa Barat. Tes dimulai dari pagi sampai jam 2 siang,  sebelum masuk ruangan tes, semua peserta berbaris dulu untuk membayar dan memberikan surat pengantar yang waktu itu di beri. 


Tes psikotes dimulai. Tes pertama berupa soal yang ada di buku yang di sedia kan. Karena aku lupa soalnya seperti apa, aku hanya jelaskan saja, ada soal tentang kepribadian, antonim sinonim semacam nya, tes menggambar,tes warteg dan ada juga tes koran. 


Kenapa aku nulis nya singkat? Karena aku menyelesaikan jurnal ini di malam hari. Aku sudah lelah mengetik. (yeuhhh malah curhat) 


Oke, medical chek up dan psikotes sudah selesai dijalani.  Saatnya menunggu pengumuman tahap 2 saja.  Dan ketika pengumuman, kali ini harus mendownload pdf nya dan mencari nama di tabel terlebih dahulu karena di gabung dari beberapa jurusan.  Aku dinyatakan tidak lolos. Namaku tidak ada di tabel.  Firasat awal ku ternyata benar, aku tidak bisa lolos di tahap medical chek-up. Aku agak sedih dan kecewa. 


Di bagian tes ini ada pengalaman yang aku ambil. Keajaiban itu memang benar adanya. Allah akan melancarkan jalan saat kita benar benar ingin berjuang. Aku merasakan nya saat tes tahap 1.  Jadi, tidak perlu takut untuk mencoba. Percaya allah itu selalu di dekat kita. Maka allah akan membuat harapan kita menjadi terwujud. Dan aku percaya. 

00.51.00 253 komentar
Newer Posts
Older Posts

Tentang Saya

Hanifa Khoirunnisaa

Mahasiswa D3 Teknik Informatika
Video Editor, Writer , Designer Graph.
Tobe a Creativepreneur!

Total Tayangan Halaman

Popular Posts

  • Pengalaman SIPENMARU POLTEKKES Bandung 2015/2016
  • Pengalaman SPMB STSN tahun 2015/2016
  • Sleep Walking : Sementara kah?

Blog Archive

  • ▼  2019 (1)
    • ▼  Januari (1)
      • Pernikahan Impian : Mengenal islam
  • ►  2017 (15)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2016 (11)
    • ►  September (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
  • ►  2015 (3)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (6)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (4)
  • ►  2013 (2)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2012 (8)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Februari (3)

Social Media

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates